PONTIANAKGLOBE -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan menjadi institusi yang harus mendukung industri hilirisasi karena Indonesia memiliki potensi sumber daya alam melimpah yang bisa diolah memberikan nilai tambah berlipat ganda.
Hal itu disampaikan Presiden RI Joko Widodo dalam sambutannya menghadiri Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) di Jakarta, pada 6 Februari 2023 lalu.
Presiden Jokowi mengatakan OJK melirik seperti industri hilirisasi nikel setelah pemerintah serius mengolahnya menjadi produk hilir yang nilai tumbuh dari US$1,1 miliar menjadi US$30 miliar.
"[Selain nikel] ada bauksit, timah, tembaga, emas, gas alam dan minyak. Kalau ini betul-betul secara konsisten kita kerjakan, jadilah kita negara maju," kata Presiden Jokowi dikutip Pontianak Globe, Kamis (9 Februari 2023).
Sementara itu, di sektor sumber daya alam laut terbentang potensi seluas 3,25 juta kilometer persegi (Km2) belum tergarap optimal. Presiden Jokowi mengatakan potensi laut seperti rumput laut dan aneka ragam ikan.
Produksi lain ikan seperti ikan tuna, cakalang, tongkong membuat Indonesia eksportir nomor satu komoditas ikan tersebut tetapi malah sekaligus negara pengimpor tepung ikan dari bahan baku ikan.
Sayangnya belum lagi, kata dia, Indonesia walau pengekspor nomor satu rumput laut tapi masih bahan baku mentah belum produk turunan dari komoditas tersebut. "China importir nomor satu rumput laut malah sekaligus eksportir nomor satu karagenan," kata Jokowi.
Dari sektor laut saja, lanjut Presiden Jokowi, Indonesia bisa meraup US$715 miliar dan lapangan kerja ada 9,6 juta orang jika potensi laut mendapat perhatian serius dari berbagai pihak.
Artikel Terkait
Mandiri Finance Indonesia Izin Usahanya Dicabut OJK. Ini yang Harus Dilakukan Debitur. Nah Lho…
Cara Cek BI Checking Online Lewat SLIK OJK. Tidak Dapat Dikuasakan, Namun Tanpa Datang ke Kantor OJK
Presiden Jokowi Tegaskan Konsistensi Hilirisasi Kunci Menuju Indonesia Maju