Jurnalis Tak Dilarang Punya Pilihan Politik, Begini Tips dari CEO ProMedia Menjaga Netralitas dan Independensi

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Sabtu, 19 November 2022 | 02:35 WIB
KPU menggelar diskusi dengan media bertema, “Penguatan Sumber Daya Penyelenggara Pemilu Dalam Pelaksanaan Demokrasi 2024,” di Media Centre KPU, Jumat, 18 November 2022. Satu di antara narasumber adalah Agus Sulistriyono, CEO Promedia Teknologi Indonesia (kiri). (ist)
KPU menggelar diskusi dengan media bertema, “Penguatan Sumber Daya Penyelenggara Pemilu Dalam Pelaksanaan Demokrasi 2024,” di Media Centre KPU, Jumat, 18 November 2022. Satu di antara narasumber adalah Agus Sulistriyono, CEO Promedia Teknologi Indonesia (kiri). (ist)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- CEO ProMedia Teknologi Indonesia, Agus Sulistriyono, mengatakan secara prinsip wartawan atau jurnalis tidak dilarang memiliki pilihan politik.

Namun pekerjaan sebagai jurnalis tetap harus menjaga prinsip netralitas dan independen. Lantas bagaimana seorang jurnalis tetap menjaga kedua prinsip tersebut?

"Wartawan itu tidak dilarang punya pilihan politik, tidak, tetapi tidak boleh dilihat-lihatin," kata Agus Sulistriyono dalam diskusi media bertajuk Penguatan Sumber Daya Penyelenggara Pemilu dalam Pelaksanaan Demokrasi 2024 di media center KPU RI, Jakarta Pusat, Jumat, 18 November 2022.

BACA JUGA: Bom Meledak di Istanbul, Turki. Kemenlu Pastikan Tak Ada Korban Warga Indonesia

Sulis, sapaan akrab Agus Sulistriyono, menceritakan pengalamannya saat menjadi pemimpin redaksi di sejumlah media jaringan Kompas Gramedia (KG) beberapa tahun lalu.

Ketika itu ia bahkan meminta jurnalis untuk berhati-hati dalam memposting di media sosial demi menjaga prinsip netralitas dan independen tersebut.

Pilihan politik seorang jurnalis seharusnya disembunyikan atau tidak diketahui orang karena tugas sebagai wartawan terikat kepada kode etik.

BACA JUGA: Presiden Jokowi dan Presiden AS Joe Biden Lakukan Pertemuan Bilateral di Bali

"Jangan sampai kelihatan pilihannya, sebenarnya (seorang jurnalis) pasti sudah punya pilihan (politik), tapi sebaiknya diam saja," ujarnya.

Sulis juga mengingatkan bahwa profesi sebagai jurnalis harus memiliki basic integritas karena faktor ini sangat menentukan dalam bersikap independen dan netralitas.

"Basic-nya memang harus integritas wartawan itu sendiri. Kalau wartawan itu niatnya gak baik, itu fakta A bisa jadi B. Jadi ini yang paling penting dari segalanya, niat wartawan itu sendiri," kata dia.

Dalam kesempatan itu Sulis juga menjelaskan bagaimana perkembangan industri media ke depan yang cenderung berkoloni atau berkelompok.

BACA JUGA: Presiden Jokowi PM Jepang Fumio Kishida Gelar Pertemuan Bilateral. Jokowi Minta Dukungan Proyek MRT Fase I

Dengan berkelompok dan berkolaborasi, sebuah media mampu memiliki kapital yang bagus, membangun teknologi yang bagus, membayar server yang bagus, hingga berujung monetize bagus.

ProMedia, kata dia, menjalin kolaborasi dengan berbagai media online dari seluruh Indonesia membangun sebuah ekosistem yang lebih rapi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X