PONTIANAKGLOBE.COM, YOGYA - Sebanyak 55 perupa terlibat dalam pameran seni rupa "Honour for Ancestors", mulai tanggal 1 hingga 10 Oktober 2022 di Jogja Gallery, Jalan Pekapalan no. 7, Alun-alun utara, Kraton Yogyakarta.
Pameran ini menampilkan sekitar 105 karya lukis dengan berbagai ukuran.
Para perupa peserta pameran itu antara lain Budi Ubruk, Nasirun, Bayu Wardhana, Edi Sunaryo, Titoes Libert, Ampun Sutrusno, Mulyo Gunarso hingga para perupa muda seperti Desy Febrianti, Gevin El Khansya, Rhandu Farmintha Dewa, Angga Yuniar Santosa, dan lainnya.
Pameran ini dikuratori oleh Kuss Indarto, dan rencana dibuka secara resmi oleh pencinta seni Oei Hong Djien dari Magelang.
Edi Santoso, narahubung kegiatan mengatakan, kalau pameran seni rupa ini bertajuk kuratorial “Honour for Ancestors” atau "Penghormatan pada Para Leluhur", maka sudah bisa diduga bahwa kerangka berpikir dasar dari perhelatan ini dihasratkan sebagai bentuk apresiasi, sembah bekti dan loyalitas kepada para pendahulu kita.
Lebih khusus kepada para orang tua dan para leluhur tempat muasal kita (ber)ada.
Edi Santoso mengatakan, “Diakui atau tidak, para superhero dalam perikehidupan kita adalah para orang tua, bapak dan ibu kita. Bukan superhero fantasi hasil rekaan para kreator komik atau sinematografi. Sebaliknya, dalam konteks kali ini, justru sedang dibangun superheroisasi para leluhur. Leluhur adalah para superhero yang pantas diapresiasi dan diraba kepantasannya untuk dipahlawankan karena andil mereka dalam kehidupan kita.”
Titik berangkat perhelatan ini dari meninggalnya Sugiharto Moro atau Hoo Boen Giem, yang meninggal dunia pada hari Minggu, 27 September 2020 lalu.
Sugiharto Moro ini adalah ayahanda Agung Tobing, seorang pecinta seni, yang berinisiatif menjadikan momentum peringatan 3 tahun meninggalnya sang ayah sebagai sebuah “forum” untuk berkreasi seni.
Pihak keluarga membuat persembahan berupa miniatur segala benda yang menjadi dambaan almarhum ketika hidup yang secara simbolik dikirimkan ke “dunia baru” almarhum dengan membakar miniatur benda-benda tersebut. Misalnya miniatur rumah, mobil, sepeda motor, dan lainnya.
Situs utama dari peristiwa kultural yang berpijak dari ritual adat dan agama ini berada di kelenteng Hok An Kiong di Muntilan, Magelang, Jawa Tengah.