inter-nasional

Tidak Ada Resesi Seks, Pertumbuhan Penduduk Indonesia Terjaga Seimbang

Kamis, 26 Januari 2023 | 08:00 WIB
Kepala BKKBN dr Hasto Wardoyo SpOG (K)

Menurut Hasto Wardoyo pertumbuhan penduduk saat ini hanya mengandalkan pertambahan angka usia atau angka harapan hidup.

“Oleh karena itu angka 2,1 adalah angka yang pas sekali, namun demikian amannya memang bisa lebih sedikit dari 2,1. Ini karena semakin ke depan rata rata perempuan menikah usianya semakin mundur, rata-rata sudah mencapai angka 22 tahun untuk perempuan,” jelas Hasto Wardoyo.

Saat ini menurut Hasto Wardoyo, beberapa provinsi di Indonesia sudah memasuki Bonus Demografi yakni rasio ketergantungan penduduk yang produktif lebih banyak ketimbang penduduk yang tidak produktif.

“Ada provinsi yang mencapai 41 setiap 100, ada yang masih 46 dan 47. Tetapi masih ada beberapa provisinsi yang masih belum jelas kapan mau memasuki fase Bonus Demografi. Oleh karena itu problem kesenjangan antar provinsi baik terkait dengan total TFR tadi dan juga Bonus Demografi menjadi tantangan tersendiri,” kata Hasto Wardoyo.

Setelah melewati masa Bonus Demografi, populasi penduduk di Indonesia pada 2035 menurut Hasto Wardoyo akan didominasi penduduk lanjut usia.

“Oleh karena itu beban generasi muda di tahun 2035 sampai mendekati tahun 2045 tentu menjadi besar dan apa yang menjadi arahan presiden tentang Indonesia Emas perlu kita dukung bersama kemudian disiapkan secara bersama-sama,” ujar Hasto Wardoyo.

Sementara itu Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan angka penurunan stunting berdasarkan SSGI tahun 2022. Menkes Budi mengungkapkan bahwa ada beberapa provinsi besar yang angka prevalensi stuntingnya turun lima persen padahal masih dalam masa pandemi.

“Masa pandemi saja bisa turun ini khususnya Sumatera Selatan, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Riau itu turunnya 5 persen, jadi selamat. Saya juga laporkan bahwa ada 2 provinsi besar yang turunnya pada angka 3 persen. Karena kalau mau turun ke 14 persen itu bukan hanya persentase yang mesti turun tapi nominal juga. Ada 2 provinsi besar yang turunnya di atas 3% yaitu Jawa Barat dan Jawa Timur. Karena kita juga butuh secara nominal turun besar,” kata Budi. ***

 

Halaman:

Tags

Terkini