PONTIANAKGLOBE.COM - Sobat Globe, sudah tahu tentang Postpil ? Biasanya, postpil disebut juga pil KB darurat.
Postpil adalah opsi yang paling aman dan efektif untuk mencegah pembuahan.
Perlu diketahui, pil KB darurat berbeda dengan aborsi.
Pil KB darurat berfungsi mencegah terjadinya kehamilan.
Namun, ada syarat tertentu agar pil ini bekerja efektif.
Paling utama, kamu perlu resep dokter untuk mendapatkan pil KB darurat.
Cara Kerja Postpil atau Pil KB Darurat
Dilansir Dtkindonesia.org, ada tiga jenis pil KB darurat yang direkomendasikan oleh WHO.
Yaitu yang mengandung progestin (hormon progesteron sintetis) levonorgestrel, kombinasi ethinyl estradiol + levonorgestrel, dan ulipristal asetat.
Pada dasarnya, ketiganya bekerja dengan mencegah atau menunda ovulasi, sehingga tidak ada sel telur yang bisa dibuahi oleh sperma.
Namun bila telah terjadi kehamilan, pil KB darurat tidak akan menggugurkan kehamilan atau membahayakan embrio yang telah terbentuk.
Pil KB darurat misalnya Andalan Postpil, yang mengandung 0,75 mg levonorgestrel. Levonorgestrel juga diduga memiliki efek menghambat pergerakan sperma menuju sel telur,.
Sehingga, seandainya telah terjadi ovulasi, sperma akan sulit membuahi sel telur.
Bagaimana bila terjadi pembuahan atau fertilisasi, apakah postpil masih efektif?
Ada perbedaan pendapat.
Artikel Terkait
Sejarah Tempe atau Tempeh yang Mesti Kamu Ketahui ! Google Doodle Hari Ini 29 Oktober 2022 Tempe Mendoan
Sudah Tahu Sejarah Rencong di Indonesia ? Senjata Tradisional Aceh Masuk Daftar Warisan Budaya Benda Indonesia
Mengenal Rumah Adat Karo Provinsi Sumatera Utara ! Siwaluh Jabu yang Unik dan Ikonik
Mengenal Rumah Gadang Provinsi Sumatera Barat ! Wujud Fisik Rumah Gadang Simbol Masyarakat Minangkabau
Sudah Tahu Sejarah Tari TorTor Asal Sumatera Utara ? Ada Sejak Zaman Batak Purba Sebagai Tari Persembahan
Sejarah Rendang Makanan Tradisional Minangkabau ! Dikenal Dengan Nama Rendang Padang di Dalam dan Luar Negeri
Sudah Tahu Sejarah Debus di Indonesia ? Ternyata Ada Sejak Kesultanan Banten Dipimpin Sultan Agung Tirtayasa