inter-nasional

Pasca Bom Bunuh Diri, Stanislaus Riyanta Ingatkan Waspadai Bom Jelang Natal dan Tahun, Mengapa?

Kamis, 8 Desember 2022 | 05:30 WIB
Stanislaus Riyanto

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Senior researcher di Pusat Riset Ilmu Kepolisian dan Kajian Terorisme Universitas Indonesia, Stanislaus Riyanta, mengingatkan agar kita waspada dengan aksi susulan bom bunuh diri.

Natal dan Tahun Baru bisa menjadi momentum bagi para aksi terorisme.

Untuk itu aparat diminta waspada.

Seperti diketahui sebuah bom bunuh diri menghantam Polsek Astana Anyar, Kota Bandung, Rabu 7 Desember 2022 pukul 08.00 WIB.

Terduga pelaku masuk ke dalam Polsek dan memaksa mendekati anggota yang tengah melaksanakan apel pagi.

BACA JUGA: Lord Rangga Pernah Bikin Geger. Kabar Rangga Sarana Sunda Empire Meninggal Dunia di Brebes Mengejutkan

BACA JUGA: Mengenal Rumah Gadang Provinsi Sumatera Barat ! Wujud Fisik Rumah Gadang Simbol Masyarakat Minangkabau

Sebanyak 11 orang jadi korban bom bunuh diri tersebut. 10 di antaranya adalah polisi. Satu korban anggota Polri meninggal akibat ledakan tersebut.

Stanislaus Riyanto, dalam tulisan yang dikirim ke media menyebutkan, pelaku bom diketahui bernama Agus Sujatno.

Dari hasil penyelidikan, Agus Sujatno merupakan mantan napiter yang pada 27 Februari 2017 ditangkap karena kasus bom panci yang diledakkan di Taman Pandawa, Kelurahan Arjuna, Kota Bandung.

Pada saat penangkapan pada 2017 diketahui Agus Sujatno sudah berencana melakukan aksi di Mapolda Jawa Barat.

Agus Sujatno ditahan selama 4 tahun sejak 14 Maret 2017 dan bebas pada 14 Maret 2021.

Agus Sujatno alias Agus Muslim alias Abu Muslim dan Soleh Abdurrahman alias Gungun alias Abu Fursan ini merupakan bagian dari Jamaah Ansharut Daulah yang berafiliasi dengan ISIS.

BACA JUGA: Sejarah Rendang Makanan Tradisional Minangkabau ! Dikenal Dengan Nama Rendang Padang di Dalam dan Luar Negeri

Agus Sujatno mempunyai keahlian membuat bom dari bahan TATP (triaceton triperoxide).

Halaman:

Tags

Terkini