Pasca Bom Bunuh Diri, Stanislaus Riyanta Ingatkan Waspadai Bom Jelang Natal dan Tahun, Mengapa?

photo author
Castilo Gagas Panamuan, Pontianak Globe
- Kamis, 8 Desember 2022 | 05:30 WIB
Stanislaus Riyanto
Stanislaus Riyanto

Lebih jauh Stanislaus Riyanto, menyebutkan terkait dengan simbol atau pesan yang ditemukan di sepeda motor yang diduga dibawa pelaku sebelum aksi bunuh diri, yang menunjukkan perlawanan terhadap KUHP, hal ini dapat dinilai hanya sebagai momentum yang dimanfaatkan pelaku.

Stanislaus Riyanto, mengatakan Kelompok JAD dalam berbagai aksinya menargetkan polisi sebagai sasaran utama karena dianggap sebagai thaghut. Selain polisi, JAD juga menjadikan tempat ibadah sebagai sasaran.

“Agus Sujatno selama menjalani masa tahanan adalah napiter yang sangat keras dan menolak untuk mengikuti deradikalisasi. Selain itu karena sifatnya yang keras, Agus Sujatno ditempatkan di Super Maximum Security di Nusakambangan,” kata Stanislaus Riyanto.

Stanislaus Riyanto, mengungkapkan bahkan pada saat menjalani masa tahanan, Agus Sujatno tidak mau berkomunikasi dengan sipir atau petugas lain.
Deradikalisasi yang merupakan program sukarela tidak bisa dipaksakan kepada Agus Sujatno.

“Informasi di atas sekaligus menepis berbagai cibiran soal program deradikalisasi, mengingat pelaku saat menjalani hukuman tidak mau mengikuti program deradikalisasi,” ujar Stanislaus Riyanto.

Namun dengan karakter pelaku tersebut seharusnya ada pengawasan yang sangat ketat pasca pelaku bebas dari hukuman, mengingat bagi narapidana yang tidak mau mengikuti program deradikalisasi kemungkinan Kembali melakukan aksi teror cukup besar.

Terkait dengan potensi aksi teror yang dikhawatirkan terjadi di masa menjelang Natal dan Tahun Baru, hal tersebut harus diwaspadai mengingat beberapa kali aksi teror terjadi memanfaatkan momentum perayaan Natal dan Tahun Baru.

Selain itu beberapa aksi teror juga terjadi di tempat ibadah dan tempat publik.

Pemerintah tidak bisa sendirian dalam mendeteksi, mencegah, dan menangani aksi teror.

Pelibatan masyarakat luas sebagai komponen negara yang paling besar harus dilakukan. Kesadaran tentang radikalisme dan terorisme sebagai musuh bersama harus dikuatkan sehingga ruang proses radikalisasi semakin terbatas dan aksi teror bisa dicegah. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X