PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Iran merupakan negara dengan keragaman etnis dan agama yang tinggi, namun masyarakatnya dipersatukan oleh kesamaan bahasa dan budaya khas Iran.
Jumlah penduduk Iran meningkat drastis sejak pertengahan abad ke-20, dari sekitar 19 juta jiwa pada 1956 menjadi sekitar 75 juta jiwa pada 2009.
Baca Juga: Studi di Amerika Serikat Sebutkan Hampir Separuh Pengguna Kratom untuk Atasi Nyeri Kronis
Meski demikian, laju kelahiran menurun tajam dalam beberapa tahun terakhir, menyebabkan tingkat pertumbuhan penduduk Iran pada Juli 2012 hanya sekitar 1,29%.
Proyeksi menyebutkan jumlah penduduk akan terus bertambah hingga mencapai lebih dari 105 juta jiwa pada tahun 2050, namun dengan laju pertumbuhan yang semakin melambat.
Iran juga menjadi salah satu negara penampung pengungsi terbesar di dunia, menampung lebih dari satu juta orang, terutama dari Afghanistan dan Irak.
Sejak 2006, pemerintah Iran bersama UNHCR dan otoritas Afghanistan telah melakukan upaya repatriasi.
Di sisi lain, sekitar lima juta warga Iran telah bermigrasi ke luar negeri sejak Revolusi 1979.
Berdasarkan konstitusi, Iran menjamin warganya hak atas jaminan sosial mencakup pensiun, layanan kesehatan, tunjangan pengangguran, bantuan untuk usia lanjut, disabilitas, dan korban bencana.
Pembiayaan jaminan sosial ini bersumber dari pajak dan kontribusi masyarakat.
Bahasa yang Digunakan di Iran
Bahasa resmi Iran adalah Persia (Farsi), yang dituturkan mayoritas penduduk.
Selain itu, terdapat berbagai bahasa lain dari rumpun Indo-Eropa dan non-Indo-Eropa.
Di wilayah utara, terutama Gilan dan Mazandaran, masyarakat menuturkan bahasa Gilaki dan Mazanderani.