2. Kekaisaran Parthia dan Sassania
Kekaisaran Parthia (248 SM–224 M) didirikan oleh Dinasti Arsacida, menjadi kekuatan penyeimbang Kekaisaran Romawi.
Namun, kekurangan strategi militer menyebabkan kelemahan dalam mempertahankan wilayah.
Kekaisaran Sassania (226–651 M) didirikan oleh Ardashir I dan mencapai puncaknya di bawah Khosrau II.
Kekaisaran ini meliputi wilayah modern Iran hingga Mesir dan Palestina.
Namun, kekalahan dalam Perang al-Qādisiyyah melawan pasukan Arab menjadi akhir dari kekaisaran ini dan membuka jalan bagi Islam masuk ke Persia.
3. Era Islam dan Zaman Keemasan
Setelah masuk Islam, Persia tetap mempertahankan identitas budayanya sambil berkontribusi besar terhadap kebudayaan Islam.
Pada masa Dinasti Abbasiyah, kaum Persia aktif dalam pemerintahan dan mengembangkan ilmu pengetahuan, yang kelak mendorong kebangkitan Eropa dan Renaissance.
Bahasa Persia juga dihidupkan kembali sebagai bahasa resmi.
Namun, invasi oleh bangsa Mongol (Genghis Khan dan Tamerlane) pada abad ke-13 menyebabkan kehancuran besar di wilayah Persia.
4. Islam Syi’ah dan Dinasti Modern
Iran berubah menjadi negara penganut Islam Syiah sejak berdirinya Dinasti Safawi pada 1501.
Dinasti ini memajukan seni, budaya, dan pembangunan arsitektur.