Iran, Negeri Bangsa Arya dengan Warisan Kekaisaran Besar

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Rabu, 18 Juni 2025 | 10:24 WIB
Bendera Republik Islam Iran.  (Unsplash @AkbarNemati)
Bendera Republik Islam Iran. (Unsplash @AkbarNemati)

Setelah kejatuhannya, wilayah Persia menjadi medan persaingan antara Rusia dan Inggris melalui pengaruh atas Dinasti Qajar.

Baca Juga: Studi di Amerika Serikat Sebutkan Hampir Separuh Pengguna Kratom untuk Atasi Nyeri Kronis

Pada awal abad ke-20, Revolusi Konstitusi terjadi, menuntut pembaruan sistem pemerintahan.

Reza Khan (kemudian dikenal sebagai Reza Shah) naik tahta pada 1921 dan mendorong modernisasi Iran melalui pembangunan infrastruktur dan pendidikan.

5. Perang Dunia II dan Munculnya Republik Islam

Selama Perang Dunia II, Inggris dan Uni Soviet menduduki Iran untuk mengamankan akses minyak dan menggulingkan Reza Shah, digantikan oleh anaknya, Mohammad Reza Pahlavi.

Meski membawa modernisasi, pemerintahannya cenderung otoriter dan didukung oleh intelijen asing seperti CIA dan MI6.

Penindasan oposisi menyebabkan munculnya gerakan anti-pemerintah yang dipimpin oleh Ayatollah Khomeini.

Setelah masa pembuangan dan penindasan, Khomeini menjadi simbol perlawanan dan akhirnya memimpin Revolusi Islam 1979 yang menggulingkan kekuasaan Shah dan mendirikan Republik Islam Iran. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X