PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Konflik bersenjata antara Iran dan Israel telah memasuki hari kelima pada Rabu, 18 Juni 2025.
Ketegangan memuncak setelah Israel lebih dulu melancarkan serangan udara mendadak ke ibu kota Iran, Teheran.
Sebagai respons, Iran membalas dengan meluncurkan rentetan rudal dan drone ke wilayah Israel pada hari berikutnya.
Dilansir dari Al Jazeera, hingga saat ini tercatat 224 orang tewas dan 1.200 lainnya luka-luka di pihak Iran, termasuk sejumlah perwira tinggi militer.
Sementara itu, Israel melaporkan 24 korban tewas dan 592 orang luka-luka.
Kepala Staf Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran, Mayor Jenderal Abdolrahim Mousavi, menyatakan bahwa Iran sedang mempersiapkan operasi hukuman (punitive operation) terhadap Israel.
Mengutip laporan kantor berita IRNA, operasi baru ini akan menggantikan langkah-langkah militer sebelumnya yang telah dilakukan Iran.
Baca Juga: Menko Pratikno Ingatkan Bahaya Scrolling Medsos bagi Anak Muda: Picu Kebiasaan Berpikir Pendek
Mousavi menegaskan bahwa tindakan ini adalah respons atas pelanggaran serius Israel dalam konflik yang berlangsung.
“Israel telah mengabaikan hukum internasional, termasuk membunuh sekitar 300 jurnalis di Gaza dan Lebanon, serta menyerang kantor Lembaga Penyiaran Republik Islam Iran (IRIB). Ini adalah upaya membungkam suara kebenaran,” ujar Mousavi seperti dikutip Times of India, Rabu (18/6).
Ia juga mengimbau warga sipil di Tel Aviv dan Haifa untuk segera mengungsi, guna menghindari dampak dari serangan balasan yang akan datang.
“Hukuman yang sebenarnya akan tiba. Warga diharapkan mengungsi demi keselamatan jiwa. Jangan menjadi korban akibat arogansi Netanyahu,” tegasnya.
Mousavi menyebut bahwa serangan ini ditujukan untuk membalas semua darah para martir yang telah tumpah dalam konflik antara kedua negara. ***