Ribuan Warga Israel Protes Pemecatan Menteri Pertahanan Yoav Gallant

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Kamis, 7 November 2024 | 10:03 WIB
Benjamin Netanyahu dan Yoav Gallant (CBS News)
Benjamin Netanyahu dan Yoav Gallant (CBS News)

PONTIANAKGLOBE.COM, TEL AVIV -- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memecat Menteri Pertahanan Yoav Gallant, yang langsung memicu gelombang protes di Israel.

Ribuan warga turun ke jalan, menyuarakan ketidaksetujuan mereka terhadap keputusan tersebut.

Baca Juga: Prabowo Teken Aturan Penghapusan Utang Macet Petani-Nelayan dan UMKM, Begini Respon Petani

Pemecatan Gallant dipicu oleh hilangnya kepercayaan Netanyahu selama konflik yang berlangsung di Gaza melawan kelompok Hamas.

"Di tengah perang, kepercayaan penuh antara perdana menteri dan menteri pertahanan sangat diperlukan," ungkap Netanyahu dalam pernyataannya yang dirilis oleh kantor PM Israel, Rabu, 6 November 2024. 

Perbedaan pandangan antara Netanyahu dan Gallant telah lama terjadi, khususnya mengenai strategi serangan balasan Israel terhadap Hamas.

Meski mengakui kontribusi produktif Gallant di awal kampanye militer, Netanyahu menyatakan bahwa belakangan ini kepercayaan terhadap Gallant semakin menurun.

Baca Juga: Anak Perusahaan BRI, BRI Danareksa Sekuritas Raih Juara Pembukaan Rekening Efek Terbanyak di Investor Protection Month 2024

Netanyahu kemudian menunjuk Menteri Luar Negeri Israel, Israel Katz, sebagai Menteri Pertahanan yang baru.

Dalam pernyataannya, Katz berjanji akan mencapai "kemenangan atas musuh" Israel, termasuk menghancurkan Hamas di Gaza, mengalahkan Hizbullah di Lebanon, dan memulangkan para sandera.

Gallant, yang merespons pemecatannya melalui media sosial, menegaskan bahwa keamanan Israel akan tetap menjadi tujuan hidupnya.

“Keamanan Negara Israel adalah dan akan selalu menjadi misi hidup saya,” tulis Gallant.

Baca Juga: Ayu Ting Ting Ungkap Penyebab Cita-Citanya Jadi Pramugari Kandas, Akui IQ Rendah

Tak lama setelah pengumuman pemecatan, ribuan warga Israel memadati pusat Tel Aviv, menuntut pemerintah agar fokus pada pemulangan sandera yang masih ditahan di Jalur Gaza.

Demonstran meneriakkan slogan-slogan yang mengecam Netanyahu dan memblokir lalu lintas, serta melakukan pembakaran di tengah jalan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X