PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan terkait potensi cuaca ekstrem di Indonesia.
BMKG mendeteksi tiga bibit Siklon Tropis yang berpotensi memicu hujan lebat, angin kencang, dan kilat/petir di sejumlah daerah.
Dua bibit siklon terpantau berada di Samudra Hindia selatan Banten dan selatan NTB, sementara satu lainnya berada di Teluk Carpentaria, Australia.
Meski beberapa di antaranya bergerak menjauhi Indonesia, dampak tidak langsungnya masih dapat meningkatkan risiko banjir, longsor, dan gelombang tinggi.
Masyarakat di Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Papua, dan Maluku diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.
BMKG juga mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dan lereng bukit untuk lebih berhati-hati guna mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi.
Baca Juga: Mengenal MIDO, Sejarah, Filosofi, dan Inovasi Jam Tangan Swiss yang Hadir Sejak Tahun 1918
BMKG kembali mengeluarkan peringatan terkait potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia.
Menurut data BMKG, dalam sepekan terakhir terjadi hujan dengan intensitas sangat lebat hingga ekstrem di beberapa daerah.
Kondisi ini berpotensi berlanjut akibat adanya gangguan atmosfer di selatan Indonesia.
Plt. Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan.
Baca Juga: Aturan Baru! LPG 3 Kg Hanya Bisa Dibeli di Pangkalan Mulai Februari 2025
“Masyarakat yang berada di wilayah rawan bencana diimbau lebih waspada terhadap kemungkinan cuaca ekstrem,” ujarnya dalam konferensi pers BMKG pada Sabtu, 1 Februari 2025.
Ia juga menekankan pentingnya mengikuti informasi terbaru dari BMKG guna memperkuat langkah antisipasi dan meminimalkan risiko bencana hidrometeorologi.