Suhu Panas di Indonesia Bukan Heatwave, Ini Penjelasan BMKG

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Kamis, 2 Mei 2024 | 18:09 WIB
Gelombang panas diprediksi bakal  melanda Indonesia, Malaysia dan Singapura  pada pekan ini hingga medium Mei mendatang.
Gelombang panas diprediksi bakal melanda Indonesia, Malaysia dan Singapura pada pekan ini hingga medium Mei mendatang.

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan fenomena udara panas yang saat ini melanda Indonesia tidak dapat disebut sebagai gelombang panas atau "heatwave".

Menurut Deputi Meteorologi BMKG, Guswanto, berdasarkan karakteristik fenomena dan indikator statistik pengamatan suhu, kondisi saat ini tidak memenuhi kriteria sebagai gelombang panas.

Data rekapitulasi meteorologi BMKG dalam 24 jam terakhir menunjukkan bahwa suhu sebagian besar wilayah Indonesia naik sekitar lima derajat di atas suhu rata-rata maksimum harian dan telah bertahan selama lebih dari lima hari.

Baca Juga: Demi Adrian Newey, Ferrari Rela Gelontorkan Gaji Fantastis Rp 2 Triliun

Peningkatan suhu teramati di beberapa wilayah seperti Jayapura, Surabaya, Palangka Raya, dan lainnya.

Meskipun demikian, peningkatan suhu ini tidak sebanding dengan yang dialami oleh beberapa negara Asia lainnya seperti Myanmar, Thailand, India, Bangladesh, Nepal, dan Cina.

Suhu di negara-negara tersebut mencapai titik maksimum yang jauh lebih tinggi, seperti yang dilaporkan oleh lembaga Global Deterministic Prediction System, Environment and Climate Change Canada.

Baca Juga: Dari Miskin ke Bintang, Aktor 'Queen of Tears' Park Sung Hoon Ungkap Kisah Mengharukan

BMKG menjelaskan bahwa peningkatan suhu di Indonesia merupakan akibat dari gerak semu matahari dan merupakan suatu siklus yang biasa terjadi setiap tahunnya.

Meskipun demikian, disarankan untuk meminimalkan waktu di bawah paparan matahari antara pukul 10.00 WIB hingga 16.00 WIB dan menggunakan tabir surya SPF 30+ setiap dua jam untuk melindungi kulit. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X