inter-nasional

Program Makan Bergizi Gratis Ternyata Tanpa Susu, Begini Penjelasan Istana

Rabu, 8 Januari 2025 | 20:46 WIB
Senyum lebar para siswa mekar di hari pertama pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto, pada Senin, 6 Januari 2025. (Dok. Pontianak Globe)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dimulai pada Senin, 6 Januari 2025, telah menarik perhatian masyarakat. Terutama terkait dengan menu yang disediakan.

Banyak pihak yang terkejut karena susu tidak termasuk dalam menu yang diberikan setiap hari.

Baca Juga: Hakim MA Anwar Usman Dilarikan ke Rumah Sakit, Sidang Sengketa Pilkada 2024 Ditunda

Menanggapi hal ini, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menjelaskan bahwa tidak semua sekolah akan menerima susu setiap hari dalam program tersebut.

"Kan tertentu aja, nggak tiap hari," ujar Zulhas dalam keterangan pers pada 6 Januari 2025.

Zulhas menambahkan bahwa menu dalam program MBG disesuaikan dengan budaya pangan di setiap daerah, sehingga variasi menu bisa berbeda-beda di berbagai lokasi.

Hal ini bertujuan agar program tersebut lebih mudah diterima oleh masyarakat setempat, dengan memperhatikan kebiasaan dan kebutuhan gizi mereka.

Baca Juga: Istri Tersangka Suap Ronald Tannur Ungkap Keluarga Kehabisan Uang, Saldo ATM Nol Rupiah!

Tanggapan Istana tentang Tidak Adanya Menu Susu di MBG

Senada dengan Zulhas, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, menjelaskan bahwa pemberian susu dalam program MBG tidak diwajibkan setiap hari.

Hal ini disebabkan oleh pasokan susu yang belum merata di berbagai daerah Indonesia.

"Paling sedikit itu seminggu sekali, tidak wajib susu itu, bukan menu wajib, karena suplai susu kan belum merata di setiap daerah," ujar Hasan Nasbi.

Hasan Nasbi menambahkan bahwa pemberian susu dalam program MBG disesuaikan dengan kondisi masing-masing Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Di daerah yang bukan penghasil susu sapi, susu diberikan sekali dalam seminggu.

Namun, di daerah yang dekat dengan peternakan sapi atau penghasil susu sapi, pemberian susu bisa dilakukan dua hingga tiga kali seminggu.

Halaman:

Tags

Terkini