Program Makan Bergizi Gratis Ternyata Tanpa Susu, Begini Penjelasan Istana

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Rabu, 8 Januari 2025 | 20:46 WIB
Senyum lebar para siswa mekar di hari pertama pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto, pada Senin, 6 Januari 2025. (Dok. Pontianak Globe)
Senyum lebar para siswa mekar di hari pertama pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto, pada Senin, 6 Januari 2025. (Dok. Pontianak Globe)

Sudaryono menyatakan bahwa lebih dari 100 perusahaan berkomitmen untuk mendatangkan sapi indukan guna mendukung swasembada protein, baik untuk susu maupun daging.

Baca Juga: Siswa SD Susukan Beri Pantun untuk Prabowo di Acara Makan Bergizi Gratis

Menurut Sudaryono, impor sapi hidup dilakukan oleh perusahaan, bukan pemerintah.

Pemerintah hanya menyediakan dukungan melalui penyediaan lahan di beberapa wilayah, seperti di Banten, Sumatera, dan Kalimantan, untuk menampung sapi-sapi impor tersebut.

Dengan tambahan sapi indukan, diharapkan produktivitas susu dan daging dapat meningkat untuk memenuhi kebutuhan dalam program MBG, seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk yang terus meningkat.

"Kalau kita mengharapkan swasembada daging dan susu pada indukan existing itu mungkin butuh waktu ratusan tahun," ujarnya.

Melalui upaya-upaya ini, pemerintah berharap dapat memenuhi kebutuhan susu dan daging untuk program MBG, yang tidak hanya akan memberikan manfaat gizi bagi masyarakat, tetapi juga mendukung perekonomian petani dan peternak lokal Indonesia. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X