inter-nasional

Menyelami Kasus Gus Miftah yang Ejek Penjual Es Teh, Boy Candra Soroti Luka yang Tak Hilang dengan Maaf

Jumat, 6 Desember 2024 | 20:13 WIB
Potret Utusan Khusus Presiden, Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah bersama Seskab RI, Mayor Teddy Indra Wijaya. (Instagram @gusmiftah)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Presiden RI Prabowo Subianto melalui Sekretaris Kabinet menegur Utusan Khusus Presiden sekaligus pendakwah Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah, terkait ejekannya terhadap seorang penjual es teh keliling.

Teguran ini muncul setelah video ucapan Gus Miftah viral di media sosial.

Baca Juga: PDI-P Umumkan Pemecatan 27 Kader, Termasuk Jokowi, Gibran dan Juga Menantunya Bobby

Gus Miftah diketahui melontarkan kalimat yang dianggap merendahkan saat pengajian "Magelang Bersholawat" pada November 2024.

Dalam video tersebut, ia berkata, “Es teh kamu masih banyak tidak? Sana dijual, goblok. Jual dahulu, nanti kalau masih belum laku, sudah takdir.”

Menurut Hasan Nasbi, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Presiden melalui Sekretaris Kabinet meminta Gus Miftah segera meminta maaf kepada penjual es teh bernama Sunhaji.

"Presiden menegaskan tindakan tersebut tidak pantas dilakukan oleh seorang pejabat publik. Olokan seperti itu bisa melukai hati pedagang kecil yang bekerja keras untuk keluarganya," ujar Hasan Nasbi pada Rabu, 4 Desember 2024.

Baca Juga: Manchester City Lakukan Cuci Gudang, De Bruyne, Kyle Walker, dan Grealish Jadi Korban

Gus Miftah Meminta Maaf Langsung ke Sunhaji

Menanggapi teguran tersebut, Gus Miftah mengunjungi kediaman Sunhaji di Desa Banyusari, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, untuk meminta maaf.

Ia mengaku ucapannya yang dimaksudkan sebagai candaan ternyata menimbulkan persepsi negatif.

"Saat itu niatnya bercanda, tapi malah berlebihan. Apa pun itu, saya minta maaf kepada Kang Sunhaji," ujar Gus Miftah.

Dalam pertemuan itu, Gus Miftah bahkan menyebut Sunhaji sebagai penjual es teh yang sering menghadiri pengajian.

Menanggapi permintaan maaf tersebut, Sunhaji menyatakan sudah memaafkan dan tidak menganggap masalah itu serius.

"Saya sudah memaafkan Gus Miftah," kata Sunhaji. Ia juga merasa bangga karena Gus Miftah bersedia mengadakan pengajian di desanya sebelum 17 Desember 2024.

Halaman:

Tags

Terkini