Ketua Komisi V DPR RI Lasarus Tinjau Banjir di Ambawang, Soroti Penyempitan Sungai dan Tawarkan Solusi. Begini Kata Tokoh Pemuda Herkulanus Agus

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Jumat, 6 Desember 2024 | 19:45 WIB
Ketua Komisi V DPR RI Lasarus meninjau banjir di sejumlah lokasi di Kecamatan Sungai Ambawang, Kubu Raya, Kalbar, Jumat, 6 Desember 2024. (Dok. Pontianak Globe)
Ketua Komisi V DPR RI Lasarus meninjau banjir di sejumlah lokasi di Kecamatan Sungai Ambawang, Kubu Raya, Kalbar, Jumat, 6 Desember 2024. (Dok. Pontianak Globe)

PONTIANAKGLOBE.COM, SUNGAI AMBAWANG, KUBU RAYA -- Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, bersama anggota komisi lainnya meninjau kondisi banjir yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, pada Jumat, 6 Desember 2024.

Banjir ini tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga mengganggu jalur nasional Trans Kalimantan, yang merupakan arteri penting bagi transportasi dan ekonomi di Kalimantan Barat.

Baca Juga: Kabar Terbaru Jessica Iskandar, Transfusi Darah Setelah Pendarahan Pascamelahirkan. Begini Doa Vincent Verhaag

Lasarus menjelaskan bahwa banjir di Sungai Ambawang disebabkan oleh penyempitan alur sungai yang sangat signifikan.

Ia mengatakan, kondisi penyempitan mencapai 70 persen.

Permukaan sungai hampir tertutup vegetasi, yang memperburuk banjir di desa-desa seperti Teluk Bakung dan Pancaroba.

"Bahkan, banjir sering kali bertahan hingga berbulan-bulan,” ujar Lasarus, politisi asal Sintang, Kalbar tersebut.

Untuk menangani masalah ini, alat berat telah dikerahkan untuk membersihkan alur sungai.

Politikus dari PDI Perjuangan itu menyebutkan dua opsi yang sedang dipertimbangkan.

Baca Juga: Pasca Pilkada, Gema Kalbar: Perbedaan Pilihan Tak Boleh Pecah Belah Persatuan

“Jika setelah normalisasi sungai banjir surut, kita akan fokus pada perbaikan alur sungai saja. Namun, jika jalan nasional tetap tergenang, kita harus menaikkan permukaan jalan agar banjir tidak mengganggu akses transportasi,” jelasnya.

Lasarus menegaskan bahwa jalur ini sangat penting karena menghubungkan Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.

Gangguan pada jalur ini dapat memengaruhi aktivitas masyarakat, termasuk pengangkutan barang dan pasien yang membutuhkan akses cepat ke Pontianak.

Sementara itu Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Hari Suprayogi, yang turut hadir, menyatakan komitmen kementerian untuk mempercepat penanganan banjir.

Ia mengatakan, pihaknya telah menurunkan alat berat jenis amfibi dan akan menambah dua unit lainnya dengan lengan panjang untuk membersihkan vegetasi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB
X