Boy Candra: Kata Maaf Tak Selalu Sembuhkan Luka
Kasus ini mengundang perhatian banyak pihak, termasuk penulis terkenal Boy Candra.
Baca Juga: Kebaya Resmi Ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia Takbenda
Dalam unggahan Instagram-nya, Boy menyoroti bahwa permintaan maaf tidak selalu menghapus rasa sakit.
"Memaafkan mungkin menenangkan badai, tapi tidak benar-benar menghilangkan luka," tulis Boy Candra.
Unggahan tersebut mendapat respons luas dari warganet yang turut menyindir tindakan Gus Miftah.
"Padahal sakitnya sampai nyesek," tulis seorang netizen.
"Berlapang dada demi tuan yang tertawa jumawa," sindir lainnya.
Kutipan lengkap Boy Candra dalam unggahannya juga menggambarkan bagaimana luka yang ditinggalkan oleh tindakan orang lain sering kali sulit benar-benar sembuh.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa kata-kata, terlebih dari pejabat publik, memiliki dampak besar terhadap orang lain.
Meskipun maaf telah disampaikan dan diterima, penting untuk lebih berhati-hati agar tidak melukai perasaan orang lain di masa mendatang. ***
Artikel Terkait
Sepanggung di Sleman, Ribuan Orang Sambut Prabowo, Gus Miftah, Pendeta Gilbert Lumoindong. Begini Keakrabannya
4 Fakta Kontroversi Gus Miftah yang Sebut 'Goblok' ke Penjual Es Teh Bakul hingga Temui Sang Pedagang Setelah Dikecam Publik
Penerapan GCG Terbaik, BRI Diganjar Dua Penghargaan di IICD 2024
Pasca Pilkada, Gema Kalbar: Perbedaan Pilihan Tak Boleh Pecah Belah Persatuan
Kabar Terbaru Jessica Iskandar, Transfusi Darah Setelah Pendarahan Pascamelahirkan. Begini Doa Vincent Verhaag
Ketua Komisi V DPR RI Lasarus Tinjau Banjir di Ambawang, Soroti Penyempitan Sungai dan Tawarkan Solusi