Menyelami Kasus Gus Miftah yang Ejek Penjual Es Teh, Boy Candra Soroti Luka yang Tak Hilang dengan Maaf

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Jumat, 6 Desember 2024 | 20:13 WIB
Potret Utusan Khusus Presiden, Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah bersama Seskab RI, Mayor Teddy Indra Wijaya.  (Instagram @gusmiftah)
Potret Utusan Khusus Presiden, Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah bersama Seskab RI, Mayor Teddy Indra Wijaya. (Instagram @gusmiftah)

Boy Candra: Kata Maaf Tak Selalu Sembuhkan Luka

Kasus ini mengundang perhatian banyak pihak, termasuk penulis terkenal Boy Candra.

Baca Juga: Kebaya Resmi Ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia Takbenda

Dalam unggahan Instagram-nya, Boy menyoroti bahwa permintaan maaf tidak selalu menghapus rasa sakit.

"Memaafkan mungkin menenangkan badai, tapi tidak benar-benar menghilangkan luka," tulis Boy Candra.

Unggahan tersebut mendapat respons luas dari warganet yang turut menyindir tindakan Gus Miftah.

"Padahal sakitnya sampai nyesek," tulis seorang netizen.
"Berlapang dada demi tuan yang tertawa jumawa," sindir lainnya.

Kutipan lengkap Boy Candra dalam unggahannya juga menggambarkan bagaimana luka yang ditinggalkan oleh tindakan orang lain sering kali sulit benar-benar sembuh.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa kata-kata, terlebih dari pejabat publik, memiliki dampak besar terhadap orang lain.

Meskipun maaf telah disampaikan dan diterima, penting untuk lebih berhati-hati agar tidak melukai perasaan orang lain di masa mendatang. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X