Acara pembukaan ini dilanjutkan dengan penandatanganan MoU Tri Dharma antara UIN Sunan Kalijaga dan Yayasan Bani KH Abdurrahman Wahid.
Baca Juga: Prabowo Bahas Solusi Palestina saat Makan Malam dengan Menlu AS Antony Blinken
Simposium kemudian berlanjut dengan diskusi sesi pertama bertema "Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan: Janji Konstitusi dan Tantangan Kebijakan," yang membuka dialog mengenai berbagai isu KBB.
Diskusi berlanjut dengan sesi kedua bertajuk “Suara Komunitas: Perjuangan Menuntut Hak.”
Simposium ini juga akan berlanjut pada Jumat, 15 November 2024 dengan sesi ketiga yang berfokus pada "Persilangan Ketidakadilan: Kebebasan dan Isu Sosial Kritis," diikuti dengan diskusi paralel dari tiga komisi yang bertujuan mengidentifikasi langkah-langkah baru dalam isu KBB.
Baca Juga: Pertemuan Prabowo dan Biden di Gedung Putih, Disambut Jajar Kehormatan Tentara AS
Beberapa narasumber yang diundang dalam rangkaian diskusi ini antara lain Inayah Wahid, Asfinawati, Dewi Candraningrum, Ihsan Ali Fauzi, Beka Ulung Hapsara, MY Esti Wijayati, Ahmad Zainul Hamdi, Pdt Natael Hermawan, Imam Maliki, Firdaus Mubarik, Dian Jennie Cahyawati, Suaib Prawono, Andreas Harsono, Mayadina R. Musfiroh, dan Iklilah Muzayyanah.
Simposium ini diharapkan menghasilkan rekomendasi yang mampu menjadi panduan dalam mewujudkan keadilan dan kesetaraan dalam hak beragama dan berkeyakinan di Indonesia. ***