Simposium Beda Setara GUSDURian di UIN Sunan Kalijaga Resmi Dibuka, Bahas Kebebasan Beragama

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Kamis, 14 November 2024 | 18:44 WIB
Simposium Beda Setara (BEST) yang diinisiasi oleh Jaringan GUSDURian resmi dimulai di Convention Hall Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta. (Dok. Pontianak Globe)
Simposium Beda Setara (BEST) yang diinisiasi oleh Jaringan GUSDURian resmi dimulai di Convention Hall Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta. (Dok. Pontianak Globe)

Acara pembukaan ini dilanjutkan dengan penandatanganan MoU Tri Dharma antara UIN Sunan Kalijaga dan Yayasan Bani KH Abdurrahman Wahid.

Baca Juga: Prabowo Bahas Solusi Palestina saat Makan Malam dengan Menlu AS Antony Blinken

Simposium kemudian berlanjut dengan diskusi sesi pertama bertema "Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan: Janji Konstitusi dan Tantangan Kebijakan," yang membuka dialog mengenai berbagai isu KBB.

Diskusi berlanjut dengan sesi kedua bertajuk “Suara Komunitas: Perjuangan Menuntut Hak.”

Simposium ini juga akan berlanjut pada Jumat, 15 November 2024 dengan sesi ketiga yang berfokus pada "Persilangan Ketidakadilan: Kebebasan dan Isu Sosial Kritis," diikuti dengan diskusi paralel dari tiga komisi yang bertujuan mengidentifikasi langkah-langkah baru dalam isu KBB.

Baca Juga: Pertemuan Prabowo dan Biden di Gedung Putih, Disambut Jajar Kehormatan Tentara AS

Beberapa narasumber yang diundang dalam rangkaian diskusi ini antara lain Inayah Wahid, Asfinawati, Dewi Candraningrum, Ihsan Ali Fauzi, Beka Ulung Hapsara, MY Esti Wijayati, Ahmad Zainul Hamdi, Pdt Natael Hermawan, Imam Maliki, Firdaus Mubarik, Dian Jennie Cahyawati, Suaib Prawono, Andreas Harsono, Mayadina R. Musfiroh, dan Iklilah Muzayyanah.

Simposium ini diharapkan menghasilkan rekomendasi yang mampu menjadi panduan dalam mewujudkan keadilan dan kesetaraan dalam hak beragama dan berkeyakinan di Indonesia. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X