PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Konflik Israel-Palestina telah berlangsung lebih dari setahun dan semakin meluas ke wilayah Timur Tengah.
Baru-baru ini, pemimpin Hamas, Yahya Sinwar, tewas dalam serangan Israel, hanya beberapa bulan setelah pendahulunya, Ismail Haniyeh, juga dibunuh.
Baca Juga: Greenpeace Indonesia Ajak Publik Tak Kendor Awasi Pemerintahan Prabowo-Gibran
Di tengah situasi ini, negara-negara Arab terbagi dalam pandangan mereka, dengan beberapa negara mulai menormalisasi hubungan dengan Israel.
Beberapa negara Arab awalnya menyangkal memiliki hubungan dengan Israel, namun faktanya mereka tidak sepenuhnya dapat menyembunyikan keterkaitan tersebut.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, bahkan mengakui adanya hubungan tak resmi dengan sejumlah negara Arab.
Baca Juga: Prediksi Liverpool vs Chelsea, Pertarungan Puncak Klasemen Liga Primer
Menurut laporan Foreign Policy pada April 2024, negara-negara Arab mendukung Israel untuk kepentingan mereka sendiri, salah satunya adalah melalui kerja sama keamanan regional di bawah Komando Pusat AS (CENTCOM).
Peristiwa serangan balasan Iran, yang melibatkan peluncuran ratusan drone dan rudal ke Israel, semakin menguatkan kerja sama ini.
Baca Juga: Prisia Nasution Tantang Diri Berperan sebagai Hakim di Film Sang Pengadil
The Economist juga mencatat bahwa negara-negara Teluk, seperti Arab Saudi, mungkin memainkan peran tidak langsung dalam serangan Iran tersebut dengan menyediakan sistem pertahanan udara dan fasilitas pengisian bahan bakar yang penting bagi Barat.
Dukungan internasional terhadap Israel juga semakin meningkat, termasuk dari negara-negara Arab yang sebelumnya kritis terhadap serangan Israel ke Gaza.
Baca Juga: Salim Segaf Aljufri Sebut Prabowo Mampu Jadikan Indonesia Pemimpin ASEAN
Meski demikian, dalam kasus serangan Israel ke Lebanon, Arab Saudi hanya mengeluarkan pernyataan yang menunjukkan kekhawatiran atas situasi di Lebanon, tanpa mengomentari kematian pemimpin Hizbullah, Sayyed Hassan Nasrallah.
Di sisi lain, Qatar, UEA, dan Bahrain memilih bungkam tentang kejadian tersebut, dengan UEA dan Bahrain yang telah menormalisasi hubungan dengan Israel sejak 2020. ***