inter-nasional

Kisah Tragis Anna Sebastian Perayil, Karyawan EY India yang Diduga Meninggal Akibat Kelelahan Kerja

Senin, 23 September 2024 | 19:31 WIB
Potret Karyawan Perusahaan EY (Ernst & Young) India Anna Sebastian Perayil. (janashabdham.in)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Baru-baru ini, media sosial ramai memperbincangkan kasus kematian Anna Sebastian Perayil, seorang karyawan EY (Ernst & Young) di India, yang diduga meninggal akibat kelelahan bekerja.

Anna, yang diklaim sebagai pegawai baru di EY, diduga mengalami tekanan berat dalam pekerjaannya hingga menderita gangguan fisik dan mental sebelum akhirnya meninggal pada Juli 2024.

Baca Juga: Miris Dampak Penghapusan UN Ijazah SMA Indonesia Dianggap Tak Setara di Eropa

Ayahnya mengungkapkan bahwa Anna kerap mengeluhkan beban kerja yang berlebihan, menyebabkan stres yang luar biasa.

Publik pun ramai menuding bahwa kematian Anna berkaitan dengan budaya kerja berlebihan yang berlaku di perusahaan-perusahaan di India.

Berikut adalah ulasan tentang kasus ini, yang dilaporkan keluarganya sebagai akibat dari kelelahan bekerja di perusahaan EY.

1. Karier Anna di EY

EY adalah salah satu dari 'Big 4', perusahaan multinasional di bidang akuntansi publik.

Meski berbasis global, Anna bekerja di kantor cabang EY di India.

Menurut ibunya, Anna menghadapi rutinitas kerja yang sangat menuntut sejak bergabung dengan perusahaan tersebut.

Padahal, Anna baru memasuki bulan keempat bekerja di EY ketika meninggal dunia.

Baca Juga: Menguak Sumber Penghasilan Vadel Badjideh, Pacar Anak Nikita Mirzani Lolly yang Tengah Disorot

2. Surat dari Ibu Anna

Anita Augustine, ibu Anna, menulis surat terbuka kepada pimpinan EY yang kemudian menyebar di media sosial.

Dalam surat tersebut, ia menggambarkan Anna sebagai seorang chartered accountant (CA) berprestasi sejak kecil, yang merasa tertekan dengan beban kerja di EY.

Halaman:

Tags

Terkini