"Anak saya bekerja tanpa kenal waktu, bahkan di hari Minggu. Tidak ada keringanan sama sekali," tulis Anita dalam suratnya pada Juli 2024.
Baca Juga: Kapolri Lakukan Mutasi Besar-besaran, 17 Pamen Dapat Jabatan Kapolres
3. Curahan Hati Anna Kepada Ibunya
Surat tersebut juga memuat pengakuan Anita tentang curahan hati Anna yang merasa tidak pernah mendapatkan waktu istirahat.
Anita menyesali keputusannya yang terlambat menyarankan Anna untuk mengundurkan diri dan kembali ke kampung halaman.
"Kami memintanya berhenti bekerja dan pulang, tapi semuanya sudah terlambat," ujar Anita.
4. Tanggapan EY
Rajiv Memani, CEO EY India, membantah tuduhan bahwa kematian Anna disebabkan oleh kelelahan akibat pekerjaan.
Ia menegaskan bahwa perusahaan mempekerjakan lebih dari 100.000 karyawan yang semuanya bekerja keras, namun ia tidak percaya tekanan kerja bisa menyebabkan kematian Anna.
"Anna baru bekerja dengan kami selama empat bulan, dan diberi pekerjaan yang setara dengan karyawan lainnya," kata Rajiv dalam pernyataannya pada Kamis, 19 September 2024. "Kami tidak percaya tekanan kerja adalah penyebab utama kematiannya."
Baca Juga: Adopsi Keanggunan Musim Gugur, Grand Seiko Spring Drive SBGA499, Edisi Terbatas yang Mewah
5. Risiko Kelelahan Kerja
Kematian Anna memicu diskusi lebih luas tentang risiko kelelahan kerja.
Berikut ini adalah beberapa faktor yang dapat berkontribusi pada kelelahan kerja:
1. Budaya Organisasi
Artikel Terkait
Prilly Latuconsina Libur Kerja 17 Agustus, Ternyata Dia Ingin Fokus Hal Ini
Kunjungan Jenderal Koopsus AS: Menhan RI Prabowo Subianto Bahas Penguatan Kerja Sama Bilateral
Mengatasi Karoshi, Kematian Kelelahan dengan Pembatasan Jam Kerja di Jepang dan Fleksibilitas Kerja di Indonesia
Di Tengah Proses Cerai, Kimberly Ryder Utamakan Kerja dan Anak-anaknya
Kerja Jadi Tukang Las di Kanada, Tengku Firmansyah Pamer Bekal Rendang Buatan Istri
Berapa Hak Pesangon Pekerja yang Kena PHK, Inilah Aturan Terbaru UU Cipta Kerja