Kisah Tragis Anna Sebastian Perayil, Karyawan EY India yang Diduga Meninggal Akibat Kelelahan Kerja

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Senin, 23 September 2024 | 19:31 WIB
Potret Karyawan Perusahaan EY (Ernst & Young) India Anna Sebastian Perayil. (janashabdham.in)
Potret Karyawan Perusahaan EY (Ernst & Young) India Anna Sebastian Perayil. (janashabdham.in)

Budaya organisasi membentuk aturan tidak tertulis yang memengaruhi cara karyawan berinteraksi dan bereaksi terhadap perubahan serta tekanan kerja.

Baca Juga: Nilai Kratom Melesat, Ekstraknya Tembus Rp90 Juta per Kilogram

Budaya organisasi yang positif dan memprioritaskan kesejahteraan karyawan dapat membantu mencegah kelelahan kerja.

2. Kepemimpinan

Kepemimpinan yang aktif dalam mendukung kesejahteraan karyawan sangat penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman.

Komitmen dari pemimpin di semua tingkatan organisasi sangat dibutuhkan untuk memastikan kelelahan kerja dapat dikelola dengan baik.

3. Kebijakan Organisasi

Kebijakan perusahaan yang berfokus pada keselamatan dan kesejahteraan karyawan adalah fondasi penting dalam mengelola risiko kelelahan kerja.

Kebijakan yang mendukung keseimbangan kerja dan kehidupan pribadi juga memainkan peran besar dalam mencegah kelelahan.

Baca Juga: Pemain Naturalisasi Vietnam Seharga Rp 8,7 Miliar Ini Tertunda Debutnya di Turnamen Resmi FIFA, Pendukung Terpukul

4. Lingkungan Kerja

Kondisi lingkungan kerja, seperti suhu ekstrem atau pencahayaan yang tidak memadai, dapat memperburuk kelelahan.

Lingkungan fisik yang tidak nyaman serta kurangnya kesempatan untuk beristirahat juga dapat meningkatkan risiko kelelahan karyawan. ***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: Independent, First Post, Work Safe

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X