Sebanyak 16 karyawan Korindo Group, termasuk tiga warga negara Korea Selatan dosandera.
Mayor Nugroho Budi Wiryanto dari Kopassus dipilih sebagai negosiator untuk pembebasan sandera.
Ia menerima instruksi dari Kolonel Wisnu Bawa Tenaya, yang memintanya untuk bernegosiasi dengan Willem Onde, pemimpin penyandera dari Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Merauke.
Baca Juga: Korban ABK Hilang di Sungai Kakap Kubu Raya Ditemukan, Keluarga Konfirmasi Identitas Asmadi
Nugroho terbang ke Papua bersama Kapten Adi Surya pada malam hari untuk memulai negosiasi.
Dalam perjalanan, mereka merencanakan strategi dan membahas situasi yang dihadapi.
Pada pertemuan pertama, Willem Onde sepakat untuk melepaskan tiga sandera (dua warga Korea dan satu WNI) dengan syarat tidak ada polisi atau TNI yang mendekat saat serah terima.
Makanan yang disajikan selama pertemuan ini termasuk potongan ikan Arwana.
Setelah pelepasan tiga sandera, Willem merasa terancam ketika melihat kehadiran truk polisi di dekat lokasi dan kembali membawa 13 sandera lainnya ke hutan.
Hal ini menyebabkan Nugroho kehilangan kontak dengan Willem.
Dalam upaya untuk membangun kembali kepercayaan, Nugroho mendekati keluarga Willem, khususnya seorang tante bernama Mama Norbeta.
Baca Juga: Tim Enggang Polresta Pontianak dan Polsek Pontianak Barat Amankan 8 Pemuda Diduga akan Tawuran
Ia menghabiskan waktu bersamanya untuk membangun hubungan dan mendapatkan informasi.
Setelah berhari-hari melakukan pendekatan, Nugroho akhirnya berhasil mendapatkan kesepakatan untuk pembebasan semua sandera.
Melalui negosiasi yang cermat dan pendekatan humanis, semua sandera dibebaskan tanpa insiden kekerasan.