PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto, menyatakan bahwa partainya dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mendukung pilihan yang berbeda dalam Pemilihan Presiden 2024.
Pernyataan ini disampaikan oleh Hasto saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PDIP NTB pada Minggu, 5 November 2023.
Baca Juga: Wah! Keponakan Luhut dan JK Bergabung Resmi dalam Tim Kampanye Prabowo-Gibran
Hasto menjelaskan bahwa PDIP akan mendukung pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
"Kami memiliki pilihan yang berbeda. Kami bergerak untuk mendukung Pak Ganjar-Prof Mahfud, bukan hanya karena mereka merupakan pemimpin yang bersih, jujur, dan berpengalaman, tetapi juga karena mereka memegang prinsip-prinsip keadilan dalam penegakan hukum yang tidak dimanipulasi demi kepentingan keluarga," kata Hasto.
Baca Juga: Khofifah Tidak Bergabung dengan TKN Prabowo-Gibran Meskipun Telah Diajak, Begini Kata Rosan Roeslani
Meskipun demikian, Hasto menegaskan bahwa PDIP akan tetap bersikap profesional terhadap kabinet Jokowi.
Partai ini tidak akan mencabut para kadernya yang menjabat sebagai menteri.
Hasto juga menjamin bahwa PDIP akan terus mendukung Jokowi hingga berakhirnya masa pemerintahannya pada Oktober 2024.
Baca Juga: TKN Prabowo-Gibran di Pilpres 2024 Umumkan Daftar Lengkap Struktur Tim. Ini Daftar Lengkapnya
"Ini adalah komitmen dari PDIP. Meskipun ada perbedaan pendapat, tugas utama PDIP adalah melayani bangsa dan negara, dan kami akan terus mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin sebagai satu kesatuan hingga selesai masa jabatannya," tambahnya.
Baca Juga: Kembali di Ujung Perpisahan, Perjalanan Cinta Lulu Tobing Ternyata Pernah Cinlok dengan Ari Wibowo
Hasto juga mengungkapkan bahwa Gibran Rakabuming Raka tidak lagi dianggap sebagai bagian dari keluarga besar PDI Perjuangan, karena ia telah menjadi bagian dari Partai Golkar setelah diusung sebagai calon wakil presiden yang akan mendampingi calon presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga: Luna Maya Menghapus Semua Foto Maxime Bouttier dari Akun Media Sosialnya: Suka-suka Gua Lah...
"Kami telah menerima pemberitahuan dari Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, bahwa Mas Gibran sudah 'berkuning' atau menjadi anggota Golkar. Oleh karena itu, Gibran, yang mencalonkan diri bersama Prabowo, tidak lagi dianggap sebagai bagian dari keluarga PDIP," ungkap Hasto. ***