PDIP Angkat Bicara Isu Bentrok Antara Simpatisan dan GPK di Muntilan, Sebut Hubungan Dengan PPP Tetap Baik

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Senin, 16 Oktober 2023 | 16:39 WIB
Warga sekitar Muntilan, Magelang dikejutkan dengan bentrokan antar ormas yang terjadi pada Minggu sore, 15 Oktober 2023. Ini Kronologinya.   (Tangkapan layar instagram infokabarmagelang)
Warga sekitar Muntilan, Magelang dikejutkan dengan bentrokan antar ormas yang terjadi pada Minggu sore, 15 Oktober 2023. Ini Kronologinya. (Tangkapan layar instagram infokabarmagelang)

PONTIANAKGLOBE.COM, MUNTILAN --Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden bentrokan yang melibatkan partai simpatisan dengan Gerakan Pemuda Ka'bah (GPK) di Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Minggu, 15 Oktober 2023.

Totok Hedi Santosa, Sekretaris DPD PDIP DIY , menjelaskan bahwa mereka sedang melakukan penyelidikan untuk memahami akar permasalahan dari kejadian tersebut.

Totok Hadi Santosa menyatakan bahwa dia baru mengetahui kejadian tersebut pada Minggu malam setelah dihubungi oleh jajaran DPC PDIP Kabupaten Magelang dan DPD PDIP Jawa Tengah.

Setelah situasi bentrokan mereda, ia segera berangkat ke Muntilan sekitar pukul 20.00 WIB untuk membujuk para simpatisan yang terlibat dalam bentrokan agar kembali ke Yogyakarta.
Ia juga meminta pengawalan kepolisian untuk keamanannya.

PDIP memastikan bahwa kejadian ini tidak akan mempengaruhi hubungan antara PDIP dan PPP di tingkat daerah, khususnya Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), serta dalam mendukung calon presiden Ganjar Pranowo di Pilpres 2024.

PDIP dan PPP telah bersatu untuk mendukung Pranowo dalam pemilihan presiden tersebut
Bentrokan yang melibatkan kelompok pemuda dari Laskar PDIP dan GPK terjadi di Muntilan, Magelang, Jawa Tengah, pada Minggu, 15 Oktober 2023.

Insiden tersebut dimulai ketika Laskar BSM PDIP Jogja diduga terkena pelemparan batu yang berasal dari kelompok GPK di wilayah Prumpung, Muntilan, setelah itu mengikuti sebuah acara di Lapangan Supardi.

Akibat pengadangan ini, terjadi adu mulut dan lemparan batu antara kedua kelompok, meskipun aparat kepolisian berusaha meredakan situasi.
Satake Bayu, Kabid Humas Polda Jawa Tengah, juga mencatat bahwa beberapa sepeda motor terbakar oleh massa dalam kejadian tersebut, tetapi tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

Pemerintah Kabupaten Magelang menyatakan atas kejadian tersebut dan meminta maaf kepada pengguna jalan yang terganggu oleh kejadian tersebut.

Bupati Magelang Zaenal Arifin berkomitmen untuk membantu mediasi guna mencegah terjadinya penerapan serupa di wilayahnya di masa mendatang. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X