inter-nasional

Ganjar Menyindir Perbedaan Loyalitas Antara Anggota dan Kader dalam Konteks Curhat Tentang Jokowi

Jumat, 3 November 2023 | 17:39 WIB
Ganjar Pranowo dalam satu kesempatan. (Instagram Official/@ganjar_pranowo)

PONTIANAKGLOBE.COM, BALI -- Komang Suparman, seorang kader PDIP dari Kabupaten Tabanan, Bali, berbicara dengan Bacapres Ganjar Pranowo tentang ketidakpuasan terhadap sikap Presiden Jokowi.

Suparman merasa kecewa karena Jokowi dan keluarganya meninggalkan PDIP dan menciptakan dinasti politik.

Baca Juga: Apakah Mesin Cuci 1 Tabung Lebih Rentan Rusak Dibandingkan dengan Mesin Cuci 2 Tabung? Ini Faktanya

Menurutnya, seluruh kader di tingkat akar rumput telah berjuang keras untuk memastikan Jokowi memenangkan Pilpres dan menjabat selama dua periode, yaitu sepanjang 2014-2024.

Suparman mengatakan, "Melihat situasi nasional saat ini, terutama di level nasional, khususnya Pak Presiden, perpolitikan yang dia terapkan tampaknya tidak memperhitungkan perasaan. Kami telah mendukung dengan sangat gigih di seluruh daerah di Indonesia, hanya untuk melihatnya membentuk dinasti dan melupakan perjuangan PDIP."

Baca Juga: 7 Metode untuk Mengatasi Asam Urat Tanpa Menggunakan Obat, Ternyata Mudah Dilakukan!

Dia berharap bahwa Ganjar tidak akan mengikuti jejak Jokowi jika nanti menang dalam Pilpres 2024, dan juga mempertimbangkan perasaan para kader lainnya.

"Saya, sebagai senior dan calon presiden PDIP, meminta agar kita selalu memimpin dengan integritas untuk membangun bangsa dan negara dengan penuh perasaan. Merdeka," katanya.

Baca Juga: 9 Cara Efektif Membersihkan Bantal yang Berubah Kuning

Ganjar memberikan tanggapan terhadap curhatan Suparman dengan menjelaskan perbedaan antara anggota dan kader dalam partai.

Anggota adalah individu yang belum menjalani pendidikan kaderisasi, sedangkan kader telah menjalani pendidikan tersebut dari tingkat dasar hingga tingkat tinggi.

Meskipun Ganjar tidak secara eksplisit menyebutkan status Jokowi sebagai kader atau anggota, ia menjelaskan bahwa kaderisasi adalah faktor penting dalam menciptakan kader yang loyal dan berdedikasi pada partai.

Baca Juga: Menurut Peneliti Harvard, Ini Indikasi Kebahagiaan Sejati dalam Kehidupan

Menurut Ganjar, kader yang telah menjalani kaderisasi biasanya lebih loyal dan mencintai partai dengan sepenuh hati.

Mereka siap menghadapi berbagai dinamika politik dan menghormati mekanisme kerja partai lain.

Halaman:

Tags

Terkini