Capres Ganjar Pranowo: Banteng Sedih Tapi Enggak Cengeng, Tanggapi Isu Ditinggalkan Jokowi pada Pilpres 2024

photo author
Tim Pontianak Globe 03, Pontianak Globe
- Senin, 30 Oktober 2023 | 20:12 WIB
Ganjar Pranowo bersama sang istri Siti Atikoh dan anaknya Muhammad Zinedine Alam Ganjar, makan siang di Bakmi Milenial di kawasan Jakarta Selatan. Mereka menghabiskan waktu dengan makan siang dengan begitu santai, Sabtu, 21 Oktober 2023. (Dok. Pontianak Globe)
Ganjar Pranowo bersama sang istri Siti Atikoh dan anaknya Muhammad Zinedine Alam Ganjar, makan siang di Bakmi Milenial di kawasan Jakarta Selatan. Mereka menghabiskan waktu dengan makan siang dengan begitu santai, Sabtu, 21 Oktober 2023. (Dok. Pontianak Globe)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Ganjar Pranowo, calon presiden yang diusung PDIP dan sejumlah Parpol, merespons pernyataan Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, yang menyatakan bahwa PDIP merasa berduka setelah merasa ditinggalkan oleh Presiden Joko Widodo.

Ganjar mengakui bahwa ada perasaan sedih, tetapi perasaan sedih tersebut tidak membuat PDIP menjadi lemah atau mudah tergoyahkan.

Baca Juga: Hasto: Kami Bertemu Gibran untuk Berbicara, Begini Respon Sekjen PDIP Tentang Isu Gibran Gabung ke Golkar

Ganjar menyampaikan pandangannya setelah bertemu dengan Pengasuh Syuriah NU Se-DKI Jakarta di Pesantren Miftahul Ulum, Cipete, pada hari Minggu, 29 Oktober 2023.

"Iya, tentu ada sedih, tapi kami tidak akan bersikap lemah. Banteng tidak lemah, banteng terluka, tetapi langsung bergerak," jelasnya.

Menurut mantan Gubernur Jawa Tengah tersebut, mereka tidak akan terlalu lama larut dalam kesedihan.

Ganjar juga memberikan contoh peristiwa kudatuli atau kerusuhan pada 27 Juli 1996, di mana Kantor DPP PDIP diserbu, diduga karena perselisihan kepemimpinan antara Megawati Soekarnoputri dan Soerjadi.

Baca Juga: PDI Perjuangan Sebut Indonesia Negeri Spritual, Kedepankan Nilai dan Moral Kebenaran dan Kesetiaan

Menurutnya, dalam peristiwa kudatuli, PDIP berhasil bangkit meskipun menghadapi situasi sulit.

Ia menekankan bahwa mereka harus tetap berjuang. Bahkan dalam situasi yang tidak melibatkan nyawa seseorang, mereka tidak boleh larut dalam kesedihan.

"Kami tidak akan terlalu fokus pada kesedihan, tetapi kami harus berjuang. Ketika PDIP menghadapi berbagai tantangan dan kudatuli, bahkan ada yang tewas, ingatlah bahwa kami tidak boleh melupakan sejarah itu," jelas Ganjar.

Ganjar juga mengakui bahwa hubungannya dengan Jokowi dan calon wakil presiden potensial, Gibran Rakabuming Raka, tetap baik.

Baca Juga: PDIP Menanganggapi Potensi Gibran Sebagai Cawapres Prabowo: Fokus pada Ganjar-Mahfud

"Kami terus berjuang dan tidak akan merasa lemah dalam menghadapi semua yang terjadi. Saat ini, saya tetap menghormati Pak Jokowi dan Mas Gibran sebagai pilihan politik yang sah," kata Ganjar.

Sebelumnya, Hasto menyatakan bahwa PDIP merasa berduka dan merasa dikhianati oleh Jokowi, yang selama ini tumbuh dan mendapat dukungan dari PDIP.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X