inter-nasional

Wah! Ringgit Malaysia Melemah, Mendekati Level Terendah Sejak 1998

Selasa, 31 Oktober 2023 | 20:58 WIB
Mata uang Ringgit Malaysia. (pexels.com @photo by Polina Tankilevitch)

Namun, meskipun beberapa faktor mendukung pemeliharaan suku bunga tersebut, seperti mendekatnya inflasi ke level rata-rata jangka panjang, kenaikan suku bunga kemungkinan tidak akan mampu mengubah sentimen terhadap Ringgit.

Namun, ini mungkin akan menambah hambatan pertumbuhan sebagai akibat dari kebijakan fiskal yang lebih ketat di Malaysia dan permintaan global yang melemah.

Baca Juga: Duel Seru Manchester United vs Newcastle United Tersaji di Carabao Cup 2023/2024, 1-2 November 2023

Namun, mengingat Ringgit yang hampir mencapai titik terendah dalam sejarahnya, kenaikan suku bunga tidak dapat diabaikan, menurut Tamara Henderson, seorang ekonom Asia Tenggara di Bloomberg Economics.

Menurut United Overseas Bank, kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin mungkin tidak cukup untuk mengatasi kesenjangan suku bunga dengan Amerika Serikat dan untuk meningkatkan kepercayaan terhadap Ringgit.

Baca Juga: Mengenal Peringatan Misa Arwah 2 November Bagi Umat Katolik Seluruh Dunia

Saat ini, perbedaan kebijakan suku bunga antara Malaysia dan Amerika Serikat sekitar 250 basis poin.

Di sisi lain, BNM telah menjaga ketat likuiditas dengan menjual surat utang demi mendukung nilai Ringgit, dan suku bunga antar bank di Malaysia telah mencapai level tertinggi sejak Februari.

Gubernur BNM, Abdul Rasheed Ghaffour, menyatakan komitmennya untuk memastikan penyesuaian Ringgit berlangsung dengan teratur dan untuk mendukung kelancaran bisnis. ***

Halaman:

Tags

Terkini