Wah! Ringgit Malaysia Melemah, Mendekati Level Terendah Sejak 1998

photo author
Tim Pontianak Globe 02, Pontianak Globe
- Selasa, 31 Oktober 2023 | 20:58 WIB
Mata uang Ringgit Malaysia. (pexels.com @photo by Polina Tankilevitch)
Mata uang Ringgit Malaysia. (pexels.com @photo by Polina Tankilevitch)

PONTIANAKGLOBE.COM, MALAYSIA -- Selain Rupiah, Ringgit Malaysia saat ini mengalami pelemahan signifikan, menjadikannya salah satu mata uang Asia Tenggara yang terkena dampaknya.

pada Selasa, 31 Oktober 2023, Ringgit Malaysia telah turun hampir 8 persen terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) sepanjang tahun ini, mendekati level terlemahnya sejak tahun 1998.

Pekan lalu, Ringgit Malaysia bahkan mencapai angka 4.7958 per Dolar AS, mencatatkan level terendah dalam lebih dari 25 tahun.

Baca Juga: Pencabutan Subsidi Ayam Picu Panic Buying di Negeri Jiran Malaysia, Begini Kisah Lengkapnya

Penurunan tersebut memasukkannya ke dalam zona yang mendekati rekor terendah sejak tahun 1998.

Investor yang memegang Ringgit Malaysia kini menaruh harapan pada Bank Negara Malaysia (BNM) untuk mengambil tindakan guna mendukung mata uang ini.

Seiring dengan itu, keputusan kebijakan yang akan diumumkan oleh BNM pada hari Kamis menjadi fokus perhatian, terutama setelah bank sentral Indonesia (BI) dan Filipina baru-baru ini menaikkan suku bunga untuk mendukung mata uang nasional mereka.

Baca Juga: Jude Bellingham Sabet Gelar Kopa Trophy 2023, Begini Komentar Pemain Berpaspor Inggris Itu

Meskipun Bloomberg Economics memperkirakan bahwa suku bunga kebijakan BNM tidak akan mengalami perubahan, beberapa analis menduga bahwa bank sentral kemungkinan akan mengumumkan langkah-langkah tambahan untuk mendukung Ringgit.

"Ada indikasi yang menunjukkan bahwa BNM berupaya mengendalikan pergerakan Ringgit yang cenderung melebihi nilai fundamental dan bersifat spekulatif," kata Vishnu Varathan, Kepala Ekonomi dan Strategi di Mizuho Bank Ltd, Singapura.

Baca Juga: Kasus Rangka eSAF Picu Harga Honda BeAT Bekas Anjlok, Begini Keluhan Padagang Motor Bekas Merek Honda

BNM juga diprediksi akan memberlakukan sejumlah pembatasan sementara pada posisi valas dan memberikan insentif untuk menempatkan deposit valas serta investasi di dalam negeri.

Suku Bunga Sejak bulan Juli 2023, BNM telah mempertahankan suku bunga utama pada level 3 persen.

Baca Juga: Prabowo Subianto Terpancing Tanggapi PDIP yang Sedih Ditinggal Jokowi: Kita Satu Bangsa, Satu Negara

Hal ini menempatkan suku bunga tersebut pada posisi rekor diskon jika dibandingkan dengan batas atas suku bunga Fed Funds, sehingga membuatnya kurang menarik bagi investor yang berbasis dolar untuk berinvestasi dalam aset-aset yang denominasinya dalam Ringgit.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: Blomberg.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X