PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Suasana berbeda terlihat dalam pelaksanaan Retret Gelombang II bagi para kepala daerah di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jatinangor, Jawa Barat.
Selain fokus pada penguatan kepemimpinan, panitia penyelenggara juga memberikan perhatian serius terhadap kondisi kesehatan peserta.
Baca Juga: Iran Ancam Balasan, Sebut Serangan AS ke Situs Nuklir Langgar Piagam PBB
Beberapa kepala daerah yang memiliki riwayat medis tertentu diberikan penanda khusus berupa pita merah dan kuning.
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya menjelaskan, pita tersebut berfungsi sebagai penanda tingkat kewaspadaan medis masing-masing peserta.
“Yang memakai pita merah ada lima orang, begitu juga yang pita kuning. Sisanya dalam kondisi aman,” ujar Bima, dikutip Senin, 23 Juni 2025.
Baca Juga: Trump Klaim Hancurkan Tiga Fasilitas Nuklir Iran, Ancam Serangan Lebih Besar Jika Damai Ditolak
Ia menambahkan, peserta dengan pita merah berada dalam pengawasan paling ketat, karena memiliki kondisi serius seperti pascaoperasi besar atau gangguan jantung.
Sementara itu, pita kuning menandakan peserta dengan kondisi kesehatan yang perlu pemantauan ringan hingga sedang, seperti anemia atau cedera ringan.
Baca Juga: Peterpan Isyaratkan Reuni Lewat Akun Misterius, Warganet: Ariel Mau Gak?
“Beberapa kita awasi secara khusus. Ada yang hemoglobinnya rendah, ada yang cedera lutut, bahkan ada juga yang baru menjalani operasi,” jelasnya.
Meski memiliki catatan medis, seluruh peserta tetap mengikuti rangkaian kegiatan retret, dengan penyesuaian dan pengawasan ketat dari tim medis dan panitia. ***
Artikel Terkait
4 Poin Arahan Wapres Gibran saat Retret Kepala Daerah, dari Program MBG hingga Sertifikasi Halal UMKM, Begini Kata-nya
Perbedaan Sertifikat Retret Kepala Daerah yang Hadir Sejak Awal dan yang Terlambat, Begini Alasannya Menurut Mendagri Tito Karnavian
Sri Mulyani Jadi Pemateri di Retret Kepala Daerah, Tekankan Efisiensi dan Optimalisasi Anggaran
Wamendagri Umumkan Retret Kepala Daerah Gelombang II Dilaksanakan di IPDN Bulan Juni 2025
Retret Gelombang II Diikuti Kepala dan Wakil Daerah, Wamendagri Jelaskan Perbedaan Skema
Retret Gelombang II Jadi Ajang Evaluasi Program Prioritas, Wamendagri: Sudah Ada Feedback dari Daerah