Momen Prabowo Lebih Baik Naikkan Gaji Hakim daripada Uang Dicuri Koruptor

photo author
Nugroho Christian, Pontianak Globe
- Kamis, 12 Juni 2025 | 22:20 WIB
Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam satu kesempatan.  (Instagram @prabowo)
Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam satu kesempatan. (Instagram @prabowo)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan kenaikan gaji bagi para hakim di Indonesia, dengan besaran kenaikan yang disebut mencapai hingga 280 persen.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam acara Pengukuhan Hakim Mahkamah Agung (MA) di Jakarta, Kamis, 12 Juni 2025.

Baca Juga: Jatuhnya Pesawat Boeing di Ahmedabad Tambah Daftar Panjang Insiden Fatal Penerbangan India

"Saya, Prabowo Subianto, Presiden RI ke-8, hari ini mengumumkan bahwa gaji-gaji hakim akan dinaikkan demi kesejahteraan para hakim. Dengan tingkat kenaikan bervariasi sesuai golongan, kenaikan tertinggi mencapai 280 persen," ujar Prabowo.

Dalam sambutannya, Prabowo mengaku telah menginstruksikan jajarannya untuk mencari sumber anggaran guna merealisasikan kebijakan tersebut.

Ia bahkan menyatakan kesiapannya untuk mengurangi alokasi anggaran kementerian/lembaga lain, termasuk TNI dan Polri, demi mendukung peningkatan kesejahteraan hakim.

"Kalau perlu, anggaran lain saya kurangi. Di sini ada Panglima TNI dan Kapolri. Kalau perlu, anggaran TNI dan Polri saya potong," ucapnya.

Baca Juga: Saham Boeing Langsung Anjlok Imbas Jatuhnya Pesawat Air India di Ahmedabad

Menurut Prabowo, peningkatan kesejahteraan hakim merupakan langkah penting untuk menciptakan sistem hukum yang adil dan berintegritas. Ia menegaskan, penggunaan uang negara untuk menaikkan gaji hakim lebih baik daripada membiarkannya dikorupsi.

“Ini bukan soal memanjakan (hakim), tapi lebih baik uang negara digunakan untuk itu daripada dicuri oleh makhluk yang tidak jelas,” tegasnya di hadapan para hakim Mahkamah Agung yang baru dikukuhkan.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyinggung pejabat yang tidak amanah dan menyalahgunakan kewenangan.

Baca Juga: Kemlu Pastikan Tak Ada WNI dalam Insiden Jatuhnya Pesawat Air India di Ahmedabad

“Saya lihat banyak yang diberi tanggung jawab oleh negara, tapi malah menipu, berbohong, dan mencuri uang rakyat,” katanya.

Ia pun mengaku telah beberapa kali memberi peringatan keras terhadap oknum-oknum tersebut, namun merasa masih banyak yang mengabaikannya.

“Berkali-kali saya beri peringatan, tapi mungkin orang Indonesia kalau diberi peringatan masih tidak mempan. Sebentar lagi, dengan hakim-hakim yang kuat, kita akan tegakkan hukum,” tandasnya. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Nugroho Christian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X