Aktivitas Tambang Nikel Dekat Raja Ampat Dinilai Ancam Pariwisata dan Ekosistem Laut

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Senin, 9 Juni 2025 | 09:11 WIB
Foto ilustrasi pulau-pulau yang ada di kawasan Raja Ampat. (Unsplash @catauggie)
Foto ilustrasi pulau-pulau yang ada di kawasan Raja Ampat. (Unsplash @catauggie)

Ia menyoroti keberadaan Pulau Yevnabi—yang hanya berjarak 15 kilometer dari Batang Pele—sebagai cleaning station” bagi ikan pari manta, bayi manta, dan paus sperma.

Baca Juga: Sambutan Merah Putih di Negeri Sakura: Kedatangan Timnas Indonesia Disambut Meriah Suporter

“Pemerintah harus fokus melindungi habitat dan geopark, bukan mengalihkan perhatian ke Pulau Gag,” tegas Patrick.

Ia menambahkan bahwa lima pulau suaka alam—Manyefun, Waisilip, Bianci, Mutus, dan Nyos Manggara—saat ini masih terjaga kelestariannya.

Namun, ia mempertanyakan siapa yang akan menjamin hal itu tetap bertahan jika aktivitas tambang benar-benar dimulai.

Sebagai informasi, Raja Ampat telah ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark dan Kawasan Konservasi Perairan Nasional, serta menjadi rumah bagi sekitar 70 persen spesies karang dunia.

Masyarakat pun mendesak Kementerian ESDM untuk segera meninjau ulang izin tambang yang telah diberikan kepada PT Mulia Raymond Perkasa dan PT Anugerah Pertiwi Indotama, demi menjaga keberlanjutan pariwisata dan kelestarian lingkungan di kawasan Raja Ampat. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X