Begini Hasil Negosiasi Kemenag, Klinik Kesehatan Haji Indonesia Kembali Diizinkan Beroperasi di Makkah

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Minggu, 8 Juni 2025 | 10:48 WIB
Foto ilustrasi jemaah haji/umrah sedang berada di depan Ka’bah. (Unsplash @Haidan)
Foto ilustrasi jemaah haji/umrah sedang berada di depan Ka’bah. (Unsplash @Haidan)

PONTIANAKGLOBE.COM, MAKKAH -- Upaya lobi yang dilakukan Kementerian Agama (Kemenag) RI membuahkan hasil.

Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Daerah Kerja (Daker) Makkah akhirnya kembali diizinkan beroperasi untuk melayani jemaah haji asal Indonesia.

Baca Juga: Panduan Praktis Mengatasi Memori HP Penuh Tanpa Hapus Aplikasi

Sebelumnya, operasional KKHI sempat tertunda akibat regulasi baru dari Kementerian Kesehatan Arab Saudi yang mewajibkan seluruh jemaah sakit dirujuk ke rumah sakit milik Pemerintah Saudi.

Namun, melalui negosiasi intensif yang dilakukan Menteri Agama Nasaruddin Umar bersama Menteri Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi, izin operasional KKHI berhasil didapatkan kembali.

Baca Juga: Timnas Indonesia Bakal Hadapi Jepang, Erick Thohir Sampaikan Pesan Prabowo,Jangan Minder, Kita Bangsa Besar

“Banyak jemaah kita yang diduga menahan penyakit karena takut dibawa ke rumah sakit,” ujar Menag Nasaruddin Umar, dikutip dari unggahan Instagram resmi Kemenag RI, Rabu, 4 Juni 2025.

Menurutnya, ketakutan tersebut dipicu oleh sejumlah hal, terutama kendala komunikasi dan ketidakhadiran pendamping selama perawatan di rumah sakit setempat.

“(Mereka takut) dirawat oleh tenaga medis yang tidak memahami bahasa mereka, dan tidak ada pendamping,” jelas Nasaruddin.

Baca Juga: Rayakan Kemenangan atas China, Presiden Prabowo Jamu Timnas Indonesia di Rumah Pribadi

Dengan beroperasinya kembali KKHI, jemaah dengan kondisi medis ringan hingga sedang bisa ditangani langsung di lokasi tanpa perlu dirujuk keluar, sehingga mereka dapat segera kembali ke tenda masing-masing untuk beribadah.

“Penyakit-penyakit yang tidak perlu rujukan, cukup ditangani di KKHI. Ini jelas lebih baik untuk kenyamanan dan pemulihan jemaah,” tambahnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa untuk penyakit tertentu yang membutuhkan perawatan lebih lanjut, rujukan ke rumah sakit Saudi tetap akan dilakukan.

“Kita yakinkan bahwa jemaah Indonesia lebih nyaman dirawat di KKHI karena faktor bahasa dan adanya pendamping,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Nasaruddin menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Arab Saudi atas keterbukaan dan komitmennya terhadap pelayanan jemaah haji.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X