Tempe Mendoan: Camilan tradisional dengan tampilan menarik.
Baca Juga: Mbok Yem Berpulang, Legenda Warung di Puncak Gunung Lawu yang Tak Terlupakan
Untuk minuman, Raminten menawarkan variasi seperti Es Kacang Merah, Wedang Uwuh, Es Perawan Tancep, dan Teh Purwoceng.
Bagi Hamzah, mendirikan Raminten bukan hanya untuk berbisnis, tetapi juga sebagai misi untuk melestarikan budaya Jawa.
Ia ingin Raminten menjadi ruang inklusif yang dapat diakses semua kalangan, dari mahasiswa hingga wisatawan asing, sembari mengenalkan budaya Jawa melalui kuliner.
Warisan yang ditinggalkan Hamzah Sulaiman tak hanya berupa restoran, tetapi juga semangat melestarikan tradisi dan budaya yang terus hidup dalam setiap hidangan dan pengalaman yang ditawarkan House of Raminten. ***
Artikel Terkait
Sarung Batik Pekalongan Dapat Sertifikat Indikasi Geografis Untuk Perlindungan Kekayaan Intelektual
Ibu Iriana Ajak Permaisuri Jepang Lihat Lukisan dan Pameran Batik Jawa Hokokai
Buka Gelaran Batik Nusantara, Begini Apresiasi Presiden kepada Para Pelaku Batik di Tanah Air
Pesona Amanda Manopo dalam Balutan Gaun Batik Elegan
BRI Peduli Hari Ibu, Dukung Klaster Batik Kebon Indah Lewat Program AURA
Ikon Budaya Yogyakarta, Hamzah Sulaiman Meninggal Dunia, Begini Kisah Sosok di Balik House of Raminten dan Mirota Batik