Mengenang Raminten, Warisan Budaya Kuliner yang Ditinggalkan Hamzah Sulaiman

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Kamis, 24 April 2025 | 12:19 WIB
House of Raminten di Yogyakarta.  (raminten.com)
House of Raminten di Yogyakarta. (raminten.com)

PONTIANAKGLOBE.COM, YOGYAKARTA -- Nama 'Raminten' kini menjadi ikon kuliner sekaligus simbol budaya Yogyakarta.

Di balik popularitas tersebut, ada sosok visioner yang berjasa besar dalam melestarikan budaya Jawa, Hamzah Sulaiman.

Baca Juga: Ikon Budaya Yogyakarta, Hamzah Sulaiman Meninggal Dunia, Begini Kisah Sosok di Balik House of Raminten dan Mirota Batik

Dikenal sebagai seniman, pengusaha, dan budayawan, Hamzah menciptakan konsep unik yang memadukan kuliner dengan kekayaan tradisi lokal.

Ia berpulang pada Rabu, 23 April 2025, di usia 75 tahun di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta.

Keberhasilan Hamzah Sulaiman tak hanya dilihat dari prestasi bisnisnya, tetapi juga penghargaan dari Kraton Yogyakarta.

Sri Sultan Hamengku Buwono X menganugerahkan gelar kebangsawanan "Kanjeng Mas Tumenggung Hamijinindyo" atas dedikasi beliau dalam pelestarian seni dan budaya, serta kontribusinya dalam dunia usaha yang memperkuat identitas Yogyakarta sebagai kota budaya.

Baca Juga: Ahelya Abustam Dilantik Jadi Kajati Kalbar, Diharapkan Tuntaskan Dua Kasus Korupsi Besar

Selain itu, Hamzah juga merupakan pemilik Hamzah Batik, yang sebelumnya dikenal sebagai Mirota Batik Malioboro, sebuah pusat oleh-oleh dan batik terkenal di kawasan Malioboro.

Asal Usul Nama Raminten

Nama 'Raminten' berasal dari karakter fiksi yang diperankan oleh Hamzah dalam sebuah acara komedi situasi di Jogja TV pada awal 2000-an.

Dalam acara itu, Hamzah memerankan seorang perempuan Jawa paruh baya yang humoris, gemar menari dan menyanyi tembang Jawa, serta selalu tampil dengan kebaya, jarik, dan sanggul besar.

Karakter Raminten yang ikonik ini menarik perhatian masyarakat luas, yang akhirnya mendorong Hamzah untuk mendirikan restoran dengan nama yang sama.

Baca Juga: Komdigi, Komunitas, dan Dunia Usaha Sepakat Rancang Strategi Adopsi AI di CITCOM CONNEXT 2025

Pada 26 Desember 2008, Hamzah mendirikan The House of Raminten di Jalan Faridan M. Noto No. 7, Kotabaru, Yogyakarta.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X