Keluarga Juwita Berharap Pelaku Pembunuhan yang Diduga Oknum TNI AL Diproses Secara Transparan dan Dihukum Maksimal, Begini Alasannya

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Jumat, 28 Maret 2025 | 09:30 WIB
Keluarga korban Juwita meminta hukuman berat hingga hukuman mati pada pelaku.  (Instagram @polres_banjarbaru)
Keluarga korban Juwita meminta hukuman berat hingga hukuman mati pada pelaku. (Instagram @polres_banjarbaru)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Kasus kematian Juwita, seorang wartawan media online di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, kini memasuki tahap penyidikan lebih lanjut setelah sebelumnya sempat diduga sebagai kecelakaan tunggal atau kasus pembegalan.

Juwita ditemukan tak bernyawa di tepi jalan menuju Gunung Kupang, Kota Banjarbaru, pada Sabtu, 22 Maret 2025, sekitar pukul 14.57 WITA.

Baca Juga: Prabowo Tegaskan Zakat adalah Manifestasi Keadilan Sosial dan Pemerataan Kesejahteraan

Sebelumnya, ia berpamitan kepada keluarganya untuk pergi ke arah Guntung Payung.

Setelah penyelidikan lebih mendalam, pihak berwenang mulai mengarah pada dugaan kasus pembunuhan.

Seorang oknum anggota TNI AL diduga terlibat dalam kejadian ini.

Dugaan tersebut dikonfirmasi oleh Komandan Detasemen Polisi Militer (Dan Denpom) Lanal Balikpapan, Mayor Laut (PM) Ronald Ganap, dalam konferensi pers yang digelar di Balikpapan pada Rabu, 26 Maret 2025.

“Kami mengonfirmasi bahwa benar telah terjadi kasus pembunuhan yang diduga dilakukan oleh oknum anggota Lanal Balikpapan berinisial J terhadap korban, saudari Juwita,” ujar Mayor Laut Ronald.

Baca Juga: Adzan Magrib Bergema di KWI, Momen Bersejarah Setelah Seabad

Keluarga Juwita menyatakan harapan mereka agar pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai dengan perbuatannya, bahkan hingga hukuman mati.

“Sebagai keluarga, kami meminta hukuman yang seadil-adilnya dan seberat-beratnya sesuai dengan perbuatannya, bahkan hukuman mati,” ujar Praja Adinata, kakak kandung Juwita, kepada media pada Kamis, 27 Maret 2025.

Selain itu, keluarga juga menuntut agar proses penyidikan dilakukan secara transparan tanpa ada yang ditutup-tutupi.

“Harapan kami, proses penyidikan ini dibuka selebar-lebarnya sampai tuntas, jangan ada yang disembunyikan,” tambah Praja.

Menanggapi kekhawatiran publik, Mayor Laut Ronald menegaskan bahwa proses hukum terhadap pelaku akan berlangsung secara transparan dan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami memastikan bahwa proses hukum akan berjalan transparan,” ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X