Banjir Bekasi 3 Meter, Menteri Ara Tawarkan Relokasi Warga ke Lokasi yang Lebih Aman

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Kamis, 6 Maret 2025 | 09:06 WIB
Potret Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, Maruarar Sirait. (Instagram @maruararsirait)
Potret Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, Maruarar Sirait. (Instagram @maruararsirait)

PONTIANAKGLOBE.COM, BEKASI -- Menteri Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, Maruarar Sirait, membuka opsi relokasi bagi warga Perumahan Pondok Gede Permai, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Opsi ini muncul karena kawasan tersebut kerap menjadi langganan banjir.

Baca Juga: Sahabat Sebut Penahanan Nikita Mirzani Pengalihan Isu Korupsi, 'Wajar Kamu Dijadikan Tumbal Politik

Banjir besar terakhir merendam wilayah itu pada 2020, dan kini kembali terjadi dengan ketinggian air mencapai 3 meter pada Selasa, 4 Maret 2025.

Saat meninjau posko pengungsian di gudang BNPB dekat lokasi banjir pada Rabu, 5 Maret 2025, Ara mengungkapkan bahwa relokasi telah dibahas bersama Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto.

“Saya sudah berbincang dengan Bapak Wali Kota. Ada lahan yang tersedia di Pasar Bintara. Tanahnya sudah ada, milik pemerintah kota,” kata Ara saat kunjungan di Jatiasih.

Baca Juga: Banjir Jakarta Rendam 122 RT, Gus Ipul Pastikan Bantuan dan Perbaikan Rumah

Menurutnya, jika warga setuju direlokasi, pemerintah akan mencari cara terbaik untuk membangun hunian baru agar menjadi solusi jangka panjang bagi masyarakat terdampak.

“Nanti kalau cocok, kita cari cara untuk membangunkan supaya ada solusi,” tambahnya.

Belajar dari Pengalaman Relokasi di NTT

Ara juga membagikan pengalamannya dalam merelokasi warga di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang sering terkena banjir.

Baca Juga: Terbaru Info dari Vatikan! Kondisi Paus Fransiskus Usai Dua Kali Krisis Pernapasan

Saat itu, pemerintah bersama BNPB melakukan diskusi dengan warga secara terpisah—melibatkan bapak-bapak, ibu-ibu, dan anak-anak—agar keputusan bisa diambil dengan baik.

Ia menekankan bahwa relokasi bukan sekadar memindahkan rumah, tetapi juga kehidupan masyarakat.

“Relokasi itu bukan hanya tempat tinggal, tapi juga sekolah, pasar, tempat ibadah. Jadi harus diajak bicara dengan baik,” jelasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X