Dua Pendaki WNI Tewas di Puncak Carstensz Pyramid Akibat Cuaca Buruk

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Minggu, 2 Maret 2025 | 16:37 WIB
Puncak Cartenz Papua. (kemenparekraf.go.id)
Puncak Cartenz Papua. (kemenparekraf.go.id)

PONTIANAKGLOBE.COM, MIMIKA -- Insiden tragis menimpa lima pendaki asal Indonesia saat mendaki Puncak Carstensz Pyramid, Papua.

Dua pendaki, Lilie Wijayanti Poegiono dan Elsa Laksono, meninggal dunia akibat hipotermia setelah terkena cuaca ekstrem.

Baca Juga: Tips Memilih Ransel untuk Mendaki Gunung. Jangan Sampai Salah, Bisa Fatal untuk Kesehatan Kamu

Sementara itu, tiga pendaki lainnya, Indira Alaika, Alvin Reggy Perdana, dan Saroni, berhasil selamat setelah sempat terjebak di dekat puncak.

Perjalanan pendakian dimulai pada 26 Februari 2025, ketika rombongan pendaki berangkat dari Bandara Moses Kilangin Timika menuju Base Camp Yellow Valley menggunakan helikopter.

Setelah menjalani aklimatisasi selama dua hari, tim pendakian yang terdiri dari 20 orang, termasuk tujuh pendaki WNI, lima pemandu, enam pendaki WNA, dan dua petugas dari Taman Nasional Lorentz, mulai melakukan pendakian ke puncak pada 28 Februari pukul 04.00 WIT.

Pendakian berjalan lancar hingga para pendaki berhasil mencapai puncak sekitar pukul 14.00 WIT.

Namun, saat perjalanan turun, kondisi cuaca memburuk dengan hujan salju, hujan deras, dan angin kencang.

Salah satu pendaki, Indira Alaika, mengalami gejala hipotermia di dekat puncak.

Baca Juga: Tips! 10 Peralatan Camping yang Wajib Kamu Bawa saat Mendaki Gunung

Tim pendakian sempat berusaha memberikan pertolongan, namun upaya penyelamatan terhambat oleh cuaca ekstrem.

Pada pukul 22.33 WIT, seorang pemandu asal Nepal, Dawa Gyalje Sherpa, mencoba naik untuk memberikan pertolongan, tetapi hanya berhasil mencapai Teras 2, tempat Lilie Wijayanti Poegiono dan Elsa Laksono berada dalam kondisi kritis.

Pada 1 Maret pukul 02.07 WIT, kedua pendaki tersebut dinyatakan meninggal dunia setelah dievakuasi oleh tim di basecamp.

Sementara itu, Indira Alaika, Alvin Reggy Perdana, dan Saroni bertahan dalam kondisi kritis hingga akhirnya tim penyelamat berhasil mencapai mereka pada pukul 10.24 WIT dan memberikan pertolongan pertama sebelum membawa mereka turun ke basecamp.

Evakuasi korban memakan waktu karena medan yang berat dan kondisi cuaca yang sulit.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X