PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA --Bagaimana APBD Jakarta bisa lebih transparan dan berpihak pada rakyat?
Pertanyaan ini menjadi sorotan utama dalam diskusi publik Ngopi Senja yang digelar oleh Gerakan Pemenangan Pramono Anung – Rano Karno (GERAK) pada Senin, 3 Februari 2025, di Menteng.
Baca Juga: 7 Laptop Terbaik untuk Anak SD, Ringan dan Ideal untuk Belajar serta Ramah di Kantong
Menghadirkan para ahli di bidang anggaran dan kebijakan publik, forum ini membahas strategi optimalisasi APBD untuk memperkuat ekonomi masyarakat serta memastikan anggaran daerah benar-benar memberikan manfaat nyata bagi warga Jakarta.
Gerakan Pemenangan Pramono Anung – Rano Karno (GERAK) menggelar diskusi publik bertajuk Ngopi Senja (Ngobrol Pintar Seputar Jakarta) di Sekretariat GERAK, Menteng, pada Senin (3/2).
Diskusi ini merupakan bagian dari komitmen GERAK untuk membangun dialog konstruktif mengenai masa depan Jakarta.
Acara menghadirkan tiga narasumber kompeten di bidangnya: Koordinator Komunikasi Tim Transisi Gubernur Jakarta Chico Hakim, Direktur Indonesia Budget Center Elizabeth Kusrini, dan Koordinator Program Perkumpulan GERAK Robi Maulana.
Baca Juga: Rekomendasi Laptop Terbaik untuk Anak SD, Begini Panduan Sederhana Memilih yang Tepat
Diskusi dipandu oleh Margaretta Putri sebagai moderator dan mengangkat tema "Kontribusi APBD Jakarta dalam Memperkuat Ekonomi Masyarakat."
Ketua Umum GERAK, Dhini Mudiani, membuka acara dengan menyampaikan apresiasi kepada para narasumber.
Ia menekankan bahwa Ngopi Senja adalah forum diskusi berseri yang akan terus menghadirkan topik variatif terkait kebijakan Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno.
“Forum ini tidak hanya menjadi wadah berbagi informasi, tetapi juga kesempatan untuk menampung aspirasi masyarakat terkait APBD dan dampaknya bagi perekonomian,” ujar Dhini.
Diskusi dimulai dengan pemaparan Elizabeth Kusrini mengenai penyerapan APBD di Jakarta.
Baca Juga: Harga iPhone 16 Series di Indonesia Terntara Lebih Murah dari iPhone 15, Cek Rinciannya!
Ia menyoroti beberapa tantangan utama, seperti lemahnya transparansi, perencanaan yang belum inklusif, dominasi belanja pegawai, serta penyerapan anggaran yang belum tepat sasaran.
Artikel Terkait
Rano Karno Pimpin Tim Pemenangan Ganjar-Mahfud di Banten dengan Target Suara Tinggi
PDI Perjuangan Usung Pramono Anung-Rano Karno untuk Pilkada Jakarta, Megawati Beri Instruksi Langsung
Pilgub DKI Jakarta 2024, Pramono-Doel Deklarasikan Kemenangan, Ini Faktanya
Usai Kalah di Pilkada DKI 2024, RK-Suswono Siap Gugat Pramono-Doel ke MK
Kisah Perjalanan Rano 'Doel' Karno, Dari Anak Betawi Berjualan Kue Hingga Jadi Wakil Gubernur DKI
Pramono-Rano Rencanakan Sarapan Gratis bagi Pelajar Jakarta, Ini Perbedaannya dengan Program MBG