Pemerintah Layani Makan Bergizi Gratis di SLB, Menu Disusun Ahli Gizi

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Sabtu, 18 Januari 2025 | 15:24 WIB
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana bersama para menteri rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (17/1). (Dok. Pontianak Globe)
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana bersama para menteri rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (17/1). (Dok. Pontianak Globe)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA --Pemerintah melalui program Makan Bergizi Gratis kini melayani Sekolah Luar Biasa (SLB) di seluruh Indonesia.

Setiap menu yang disajikan telah disusun dengan perhatian khusus oleh ahli gizi untuk memenuhi kebutuhan gizi dan kesehatan siswa dengan kondisi khusus.

Baca Juga: Program Makan Bergizi Gratis: Sudah Jangkau 650 Ribu Orang, Ini Target Selanjutnya

Pemerintah Layani Program Makan Bergizi Gratis untuk SLB: Menu Dikawal Ahli Gizi

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terus menjalankan Program Makan Bergizi Gratis yang kini telah menjangkau berbagai sekolah di 31 provinsi, termasuk Sekolah Luar Biasa (SLB).

Setiap menu dalam program ini disusun dengan pengawasan ketat dari ahli gizi, demi memastikan kebutuhan khusus siswa terpenuhi.

Baca Juga: Tambah Kecap Manis di Steak, Rasanya Jadi Lebih Nikmat! Begini Kata Chef Guga

Hal ini disampaikan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, usai rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (17/1).

“Badan Gizi menempatkan satu ahli gizi di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi. Mereka bertugas sejak awal untuk mendeteksi kebutuhan khusus di setiap satuan pelayanan,” jelas Dadan.

Ia mengungkapkan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi juga memiliki data rinci terkait kebutuhan khusus siswa, termasuk makanan yang tidak dapat dikonsumsi.

Sebagai contoh, Dadan menyebutkan kasus di Bojong Koneng, di mana ada seorang anak yang mengalami fobia terhadap nasi. Penanganan serupa juga diterapkan di SLB, dengan mempertimbangkan kebutuhan individual siswa.

Baca Juga: Jangan Dibuang, Minyak Jelantah Bisa Menjadi Uang! Ikuti Langkah Tukar Menukarnya

“Misalnya, di Warung Kiara, seperti di Bojong Koneng, ada anak yang fobia nasi. Kami memastikan hal ini diperhatikan. Di SLB, kebutuhan khusus setiap siswa juga diperhatikan oleh ahli gizi,” tambahnya.

Selain itu, Dadan menyebutkan laporan dari Papua tentang siswa yang memiliki alergi makanan. Pemerintah dengan sigap mengidentifikasi jenis alergi tersebut untuk memastikan makanan yang disajikan aman bagi mereka.

“Kami menerima laporan dari Papua bahwa ada banyak siswa dengan alergi tertentu. Hal ini kami identifikasi agar makanan yang diberikan tidak memicu alergi,” pungkas Dadan. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X