Dinas Pertahanan Sipil mengimbau agar warga menjauhi lembah, dataran rendah, dan daerah rawan genangan air.
Baca Juga: MCU Gratis di Hari Ulang Tahun Mulai Februari, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
Fenomena banjir ini terjadi tak lama setelah peristiwa bersejarah pada 5 November 2024, ketika wilayah Al-Jawf, Arab Saudi, diselimuti salju untuk pertama kalinya.
Salju tersebut mengubah hamparan gurun menjadi lanskap putih yang mengejutkan banyak pihak.
Perubahan iklim ekstrem ini telah memaksa pemerintah Arab Saudi untuk mengeluarkan peringatan cuaca dan meminta masyarakat mengambil tindakan pencegahan sejak dini.
Kejadian salju di Al-Jawf menjadi tanda nyata bahwa perubahan iklim mulai membawa dampak signifikan di kawasan Timur Tengah.
Kini, dengan curah hujan ekstrem yang memicu banjir bandang, tantangan bagi Arab Saudi semakin meningkat.
Masyarakat diminta tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi cuaca untuk memastikan keselamatan mereka selama beberapa hari ke depan. ***
Artikel Terkait
Kunjungan Istimewa dari Jepang: Memahami Peran RS Antonius Pontianak dalam Tangani Bencana
Paus Fransiskus Sangat Sedih atas Bencana Banjir Besar di Libya
Paus Fransiskus Harap Ada Solidaritas untuk Libya yang Terkena Bencana Banjir
Wakapolres Bengkayang Minta Masyarakat Bumi Sebalo Waspada Terhadap Bencana Banjir
Mengintip Peta Geologi dan Aktivitas Sesar Aktif di Gorontalo, Bencana Gempa Membayangi Warga Pesisir dan Lereng Gunung
Menghadapi 1.300 Bencana di 2024, BRI Perkuat Tim Elang Relawan di Jambore Nasional