Jokowi Dituduh Korupsi oleh OCCRP, Berikut Profil Lembaga Investigasi Ini

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Kamis, 2 Januari 2025 | 19:18 WIB
OCCRP adalah organisasi yang bergerak di bidang jurnalisme untuk membantu masyarakat memerangi kejahatan korupsi. (OCCRP Logo/occrp.org)
OCCRP adalah organisasi yang bergerak di bidang jurnalisme untuk membantu masyarakat memerangi kejahatan korupsi. (OCCRP Logo/occrp.org)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP) baru-baru ini menarik perhatian setelah menempatkan Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dalam daftar tokoh terkorup 2024.

Jokowi dinominasikan dalam kategori "Person of the Year OCCRP 2024" karena dianggap terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia, manipulasi pemilu, eksploitasi sumber daya alam, serta menciptakan ketidakstabilan politik.

Baca Juga: Ahok dan Anies Tunjukkan Keakraban, Jubir: Tunggu Awal Tahun 2025!

Penilaian ini didasarkan pada penilaian masyarakat, jurnalis, serta sekelompok juri yang menganggapnya sebagai tokoh yang paling merusak melalui kejahatan terorganisir dan korupsi.

Selain Jokowi, beberapa tokoh lainnya yang juga masuk nominasi termasuk Presiden Kenya William Ruto, mantan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina, Presiden Nigeria Bola Ahmed Tinubu, dan pengusaha India Gautam Adani.

Termasuk mantan Presiden Suriah, Bashar al-Assad, akhirnya terpilih sebagai pemenang.

OCCRP adalah lembaga independen yang berfokus pada investigasi terhadap kejahatan terorganisir dan korupsi.

Baca Juga: 4 Pelajaran Hidup Raditya Dika saat Capai Usia 40 Tahun, Cara Bijak Menghindari Gosip hingga Keputusan Besar

Didirikan oleh Drew Sullivan dan Paul Radu pada tahun 2005, OCCRP berkembang pesat dan kini memiliki staf di enam benua.

Mereka dikenal karena menciptakan alat-alat riset seperti Investigative Dashboard (ID) dan Visual Investigative Scenarios (VIS) untuk membantu mengungkap jaringan kejahatan global.

Sejak berdiri, OCCRP telah meraih berbagai penghargaan bergengsi, termasuk Daniel Pearl Award pada 2011, Global Shining Award pada 2015, dan European Press Prize pada 2015.

Pada 2024, mereka juga mendapatkan sejumlah penghargaan untuk investigasi dan kerjasama mereka, antara lain EPPY Awards dan Inter American Press Association’s In-Depth Journalism Award. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X