Berpidato di KTT D-8 2024, Prabowo Soroti Pentingnya Ekonomi Biru dan Persatuan dalam Bela Palestina

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Jumat, 20 Desember 2024 | 10:05 WIB
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengajak negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Ekonomi D-8 untuk mengesampingkan perbedaan dan bersatu dalam memperkuat posisi kolektif mereka, baik dalam mendukung Palestina maupun memajukan ekonomi global. (Dok. Pontianak Globe)
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengajak negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Ekonomi D-8 untuk mengesampingkan perbedaan dan bersatu dalam memperkuat posisi kolektif mereka, baik dalam mendukung Palestina maupun memajukan ekonomi global. (Dok. Pontianak Globe)

PONTIANAKGLOBE.COM, KAIRO -- Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengajak negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Ekonomi D-8 untuk mengesampingkan perbedaan dan bersatu dalam memperkuat posisi kolektif mereka, baik dalam mendukung Palestina maupun memajukan ekonomi global.

"Dalam situasi geopolitik yang terjadi di sekitar kita, kita harus belajar dari pengalaman. Tanpa persatuan dan tanpa mengatasi perbedaan, kita tidak akan kuat. Kita bilang kita mendukung Palestina, tapi kalau kita lemah, bagaimana kita bisa benar-benar mendukung Palestina?" ujar Prabowo dalam pidatonya pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 di The New Capital President Palace, Kairo, Mesir, Kamis, 19 Desember 2024.

Baca Juga: Nomor WhatsApp Tidak Aktif? Begini Solusi Login Terbaru 2024

Prabowo menegaskan bahwa D-8 adalah blok ekonomi terbesar ketiga di dunia, dengan gabungan Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai USD 4,81 triliun pada tahun lalu.

Mengutip laporan PricewaterhouseCoopers (PwC), ia menambahkan bahwa negara-negara anggota D-8 diproyeksikan akan menjadi 25 negara dengan perekonomian terbesar pada tahun 2050. 

Dalam pidatonya, Prabowo juga menyoroti pentingnya pengelolaan potensi ekonomi biru, mengingat negara-negara anggota D-8 memiliki akses strategis ke Samudra Atlantik, Laut Mediterania, Lautan Hindia, hingga Samudra Pasifik.

Baca Juga: Selain Ridwan Kamil yang Kalah di Pilkada 2024, Ini 4 Public Figure yang Gagal Menaklukkan Lawan-lawannya

Dengan nilai sektor perikanan global yang diperkirakan mencapai USD 600 miliar, D-8 berpotensi menjadi kekuatan ekonomi terbesar di dunia.

"Untuk itu, kita harus bersatu, kita harus bekerja sama untuk mengatasi perbedaan, dan fokus pada kemaslahatan rakyat kita. Tanpa persatuan dan integrasi, kita akan lemah. Jika kita lemah, kita akan dieksploitasi. Itu adalah hukum sejarah," tegas Prabowo. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X