Prabowo Tekankan Empat Isu Krusial dalam Sidang Kabinet: Perangi J*di Online, Narkoba, Penyelundupan, dan Korupsi

photo author
Castilo Gagas Panamuan, Pontianak Globe
- Kamis, 7 November 2024 | 21:29 WIB
Presiden RI ke-8 Prabowo Subianto memulai kegiatan hari pertama retreat Kabinet Merah Putih dengan sesi olahraga dan latihan baris berbaris bersama di Lapangan Sapta Marga, Akademi Militer Magelang, Jumat, 25 Oktober 2024. (Dok. Pontianak Globe)
Presiden RI ke-8 Prabowo Subianto memulai kegiatan hari pertama retreat Kabinet Merah Putih dengan sesi olahraga dan latihan baris berbaris bersama di Lapangan Sapta Marga, Akademi Militer Magelang, Jumat, 25 Oktober 2024. (Dok. Pontianak Globe)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto menegaskan empat isu penting dalam sidang kabinet paripurna.

Prabowo menekankan agar jajarannya tidak main-main dalam mengatasi permasalahan seperti j*di online atau judol, narkoba, penyelundupan, dan korupsi.

Baca Juga: Prabowo Ucapkan Selamat kepada Donald Trump, Ajak Kerja Sama untuk Perdamaian Global

"Presiden juga menekankan ada empat persoalan penting yang tidak boleh kita abaikan. Yang pertama adalah persoalan judol, kedua narkoba, ketiga penyelundupan, dan keempat korupsi," ujar Hasan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 6 November 2024.

Hasan menambahkan bahwa pesan tersebut juga disampaikan kepada aparat penegak hukum.

"Presiden meminta agar dalam menangani empat persoalan tersebut, penegak hukum tidak boleh ragu untuk menegakkan hukum. Jadi, Jaksa Agung, Kepolisian, diminta untuk tidak ragu dalam menindak tegas masalah ini," lanjutnya.

Baca Juga: Kisah Dramatis Tanz Asfar, Pria 49 Tahun yang Selamat Setelah Tersesat Tiga Hari di Hutan Pak Utan Toho

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengungkapkan bahwa Prabowo memberikan instruksi tegas kepada jajaran kabinet, termasuk Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam), Kejaksaan Agung, dan Polri, untuk memastikan tidak ada pihak yang membekingi judol.

"Pesan beliau adalah untuk bekerja sama dengan baik. Sejumlah institusi seperti Polri, Jaksa Agung, dan Kemenko Polkam disebutkan, dan ini bukan hanya terbatas pada tiga lembaga itu saja, tetapi semua pihak harus bekerja sama. Tidak boleh ada beking-bekingan. Ini peringatan beliau, tidak boleh ada yang membantu atau membekingi apapun itu," tegas Meutya.

Baca Juga: Prabowo Kumpulkan 5.360 Pejabat Pusat dan Daerah di Sentul, Begini Pesan Penting yang Disampaikan Sang Presiden

Ia juga menambahkan, "Pernyataan Presiden kali ini sangat tegas terkait perang melawan judi online. Beliau mengingatkan bahwa korban judi online kebanyakan adalah masyarakat yang tidak mampu. Tidak boleh lagi ada kongkalikong. Beliau mengingatkan, 'Bekerja sama, bersatu, untuk melawan judol.'" ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X