Zulkifli Hasan Tuai Sorotan Usai Tom Lembong Terlibat Kasus Impor Gula, Soal Rencana Impor Beras hingga Dampaknya Buat Petani Lokal

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Kamis, 31 Oktober 2024 | 20:46 WIB
Potret Zulkifli Hasan bersama dengan Presiden Prabowo Subianto (GenzDaily/dok: Instagram @zul.hasan)
Potret Zulkifli Hasan bersama dengan Presiden Prabowo Subianto (GenzDaily/dok: Instagram @zul.hasan)

Total rencana impor beras Indonesia untuk tahun 2024 adalah 3,6 juta ton, di mana hingga Agustus 2024, Indonesia telah merealisasikan impor 2,9 juta ton.

Baca Juga: Sertifikasi Halal UMKM Indonesia, BRI Peduli Bantu 77 Pelaku Usaha Lokal Naik Kelas

Namun, keputusan tersebut menimbulkan tanda tanya seputar dampak ketergantungan impor bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan petani lokal.

Benny Eko Supriyanto, Kepala Subbagian Umum Ditjen Perbendaharaan Kemenkeu RI, memperingatkan bahwa ketergantungan pada impor pangan dapat memperlemah ketahanan pangan nasional.

"Ketergantungan pada impor membuat Indonesia rentan terhadap fluktuasi harga pangan global dan gangguan rantai pasok internasional," jelasnya.

Dalam situasi krisis pangan global atau larangan ekspor dari negara pemasok, Indonesia berisiko menghadapi kelangkaan pangan.

Baca Juga: Cara Bedakan BRImo FSTVL Asli dan Palsu, Hindari Penipuan Hadiah!

Kebijakan impor ini juga menekan petani lokal karena produk impor sering kali dijual dengan harga lebih murah, mengakibatkan turunnya pendapatan petani.

Di samping itu, tingginya persaingan yang tidak seimbang memperburuk keberlanjutan usaha pertanian lokal.

Penurunan pendapatan ini membuat banyak petani, khususnya generasi muda, enggan melanjutkan usaha pertanian, mengancam masa depan sektor pertanian dalam negeri.

Kebijakan impor pangan di Indonesia menimbulkan dampak yang kompleks, memengaruhi ketahanan pangan nasional dan keberlanjutan pertanian lokal.

Ini menunjukkan perlunya kebijakan yang memperkuat sektor pertanian dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada impor untuk menjaga stabilitas pangan dan kesejahteraan petani. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X