Komite juga meminta TikTok Indonesia memperluas kerja sama fact-checking dengan perusahaan pers Indonesia, selain yang sudah dilakukan dengan AFP.
Dukungan Meta Indonesia untuk Jurnalisme Berkualitas
Dalam pertemuan dengan Meta Indonesia pada Senin, 30 September 2024, Berni Moestafa, Head of Public Policy Meta Indonesia, menekankan pentingnya pelatihan dan fitur monetisasi untuk mendukung perusahaan media di Indonesia.
Meta Indonesia menyatakan siap memperluas kolaborasi dengan publishers dalam meningkatkan kualitas jurnalisme.
"Kami membuka diskusi lebih lanjut untuk memperkuat kerja sama dengan penerbit di Indonesia," ujar Berni.
Komite mengingatkan bahwa perusahaan platform digital memiliki tanggung jawab sesuai Perpres Nomor 32 Tahun 2024, khususnya Pasal 5, yang mengatur bahwa mereka harus mendukung jurnalisme berkualitas dengan memastikan penyebaran konten berita yang sesuai dengan standar pers dan memberikan perlakuan adil kepada semua perusahaan pers.
Ketentuan ini juga mencakup pelaksanaan pelatihan dan program yang mendukung jurnalisme berkualitas, desain algoritma yang mendukung distribusi berita berdasarkan prinsip demokrasi, serta kerja sama dengan perusahaan pers. ***
Artikel Terkait
Dr Ninik Rahayu Terpilih sebagai Ketua Dewan Pers 2022-2025
Dewan Pers, Jelang Pemilu 2024 Jangan Gunakan Medsos Untuk Polarisasi dan Perpecahan di Tengah Masyarakat!
Dewan Pers: Wartawan yang Terlibat Politik Praktis Diminta Nonaktif
Dewan Pers Kritik Pemberitaan Perubahan Iklim Condong ke Pemerintah
Dewan Pers Ingatkan Jurnalis mesti Amanah dalam Menjaga Kondisi Peradaban Lingkungan
Dewan Pers Sikapi Wartawan Merangkap Keanggota LSM. Tak Jarang Kutip Pernyataan Pimpinan Media Sendiri Menjadi LSM Sebagai Narsum