Lebih jauh lagi, diperkirakan 805 sekolah telah terdampak, sehingga anak-anak tidak dapat memperoleh pendidikan, layanan dukungan vital, dan program pangan penting.
Skala kerusakannya sangat besar, dan dampaknya terhadap masyarakat yang sudah rentan sangat dahsyat.
"Tindakan segera sangat dibutuhkan untuk melindungi mereka yang paling rentan akibat bencana ini," pernyataan UNICEF.
Sekilas tentang Dampak
Sebanyak 5,5 juta anak-anak tinggal di daerah yang terkena dampak. Sebanyak 400.000 rumah tangga tidak memiliki akses terhadap air bersih
Sejauh ini UNICEF menyalurkan pasokan air melalui mitra pemerintah sambil terus bekerja sama erat dengan pemerintah dan mitra untuk segera menilai kebutuhan mendesak anak-anak dan perempuan di daerah yang paling hancur akibat topan.
"Rencana Pasokan Darurat kami mencakup pengiriman barang-barang penting seperti Air, Sanitasi, dan Kebersihan (WASH), perlengkapan perawatan kesehatan dan gizi, materi pendidikan, dan perlengkapan perlindungan anak. Selain itu, UNICEF dapat memberikan bantuan tunai kepada keluarga dengan anak-anak yang rentan dan ibu hamil untuk membantu mereka bertahan hidup dan pulih dari bencana dahsyat ini," pernyataan UNICEF. ***
Artikel Terkait
Kanada Timur Diterpa Badai Fiona, Rumah Hanyut dan Pohon Tumbang Sebanyak 400 Ribu Warga Tak Punya Listrik
Doa Santo Kenneth Selamatkan Santo Kolumbanus dari Amukan Badai di Lautan
Mengenal Poseidon Legenda Yunani. Penguasa Lautan, Gempa Bumi hingga Badai. Dipuja Banyak Nelayan
Bumi Diterjang Badai Matahari Terkuat, Potensi Dampak ke Seluruh Dunia
Badai Sitokin dalam Konteks COVID-19: Gejala, Dampak, dan Strategi Pengobatan
12 Tahun Harmonis: Rahasia Maya Septha Sukses Atasi Badai Rumah Tangga